FPCI Soroti Tantangan Keketuaan ASEAN Filipina di tengah Rivalitas Global
- 24 Apr 2026 21:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal menyoroti, tantangan besar yang dihadapi Filipina dalam memegang keketuaan ASEAN 2026.
- Kohesi negara-negara ASEAN kini sedang diuji di tengah meningkatnya rivalitas kekuatan besar serta kecenderungan politik luar negeri yang semakin pragmatis.
- Keketuaan Filipina di ASEAN pada 2026 dengan tema ‘Navigating Our Future Together’ adalah seruan kolektif untuk bertindak.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal menyoroti, tantangan besar yang dihadapi Filipina dalam memegang keketuaan ASEAN 2026. Menurutnya, kawasan Asia Tenggara tengah berada dalam fase transisi menuju tatanan global baru yang sarat dinamika.
“Kita semua tahu bahwa keketuaan tahun ini menghadapi tantangan strategis yang berat. Kita kini berada dalam masa transisi menuju tatanan dunia berikutnya. Di FPCI, kami tidak hanya melihat risiko tetapi juga peluang bagi ASEAN,” kata Dino dalam dialog publik bertajuk "Forging Ahead in Crisis: Indonesia-Philippines Relations, ASEAN Chairship, and Regional Resilience", yang diselenggarakan FPCI dan Kedubes Filipina di Jakarta, Kamis, 23 April 2026 di Auditorium Yustinus, Universitas Atma Jaya, Jakarta Selatan.
Dino menambahkan, kohesi negara-negara ASEAN kini sedang diuji di tengah meningkatnya rivalitas kekuatan besar serta kecenderungan politik luar negeri yang semakin pragmatis. “Kohesi 11 negara Asia Tenggara kini sedang diuji di tengah persaingan kekuatan besar dan politik luar negeri yang pragmatis,” ucapnya.
“Saya juga percaya bahwa deskripsi tugas untuk menjaga sentralitas dan kohesi ASEAN bukanlah tugas dari ketua semata. Ini adalah tanggung jawab dari setiap negara anggota ASEAN.”
Sementara, Keketuaan Filipina di ASEAN pada 2026 dengan tema ‘Navigating Our Future Together’ adalah seruan kolektif untuk bertindak. Kata Menlu Filipina Ma. Theresa P. Lazaro yang menjadi pembicara utama pada acara tersebut.
“Upaya untuk perdamaian mendorong keketuaan ASEAN Filipina tahun ini, dengan tema ‘Navigating Our Future Together’ adalah seruan kolektif untuk bertindak. Di tengah dunia yang memiliki kepentingan yang terfragmentasi, Filipina berkomitmen untuk mengarahkan ASEAN menuju stabilitas kawasan bersama,” ujar Lazaro menjelaskan.
Adapun, dialog publik ini merupakan bagian dari rangkaian ASEAN For The Peoples Week (AFPW) 2026 di Cebu, Filipina (5–8 Mei 2026). Kegiatan ini akan berlangsung berdampingan dengan KTT ASEAN ke-48.
“Melalui platform ini, kami bertujuan untuk memfasilitasi pertemuan masyarakat ASEAN tepat di pusat dari setiap KTT ASEAN tahunan. Kami mengapresiasi dukungan Ibu Menteri terhadap People-Centered ASEAN Peoples Week di Cebu ini,” ujar Dr. Dino Patti Djalal, Pendiri FPCI, yang juga bertindak sebagai moderator diskusi.
AFPW 2026 akan mencakup empat hal utama yaitu, ASEAN Journalist and Digital Storyteller Fellowship dan Southeast Asia Lecture Hall Kemudian, Track 1.5 Dialogue of ASEAN Community Building, ASEAN Community Town Hall.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....