Indonesia-Filipina Perkuat Kerja Sama Ekonomi hingga Pertahanan dalam JCBC ke-8
- 23 Apr 2026 20:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indonesia dan Filipina sepakat memperkuat kerja sama bilateral di berbagai sektor strategis, mulai dari ekonomi, energi, hingga pertahanan.
- Di sektor energi, Indonesia dan Filipina menegaskan komitmen memperkuat kemitraan sebagai dua produsen nikel terbesar dunia.
- Menlu Filipina Theresa Lazaro menegaskan bahwa hubungan bilateral dengan Indonesia memiliki arti penting bagi Filipina.
RRI.CO.ID, Jakarta - Indonesia dan Filipina sepakat memperkuat kerja sama bilateral di berbagai sektor strategis, mulai dari ekonomi, energi, hingga pertahanan. Hal itu menjadi fokus dalam pertemuan Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC) ke-8 Menlu RI dan Menlu Filipina, Kamis, 23 April 2026 di Jakarta.
Menlu RI Sugiono mengatakan, kedua negara membahas langkah konkret untuk memastikan kerja sama yang terjalin memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia menyebut, kedua negara sepakat memperkuat kolaborasi seperti penggunaan mata uang lokal hingga sistem pembayaran Quick Response (QR).
“Kita sepakat memperkuat kolaborasi, antara lain melalui penggunaan mata uang lokal, penguatan sistem pembayaran QR (Quick Response-red). Serta, peningkatan konektivitas antara kota-kota perbatasan seperti Manado, Bitung, Davao, dan General Santos,” ujar Sugiono saat pernyataan pers bersama usai pertemuan.
Di sektor energi, Indonesia dan Filipina menegaskan komitmen memperkuat kemitraan sebagai dua produsen nikel terbesar dunia. Keduanya juga mendorong penguatan kerja sama mineral penting, termasuk melalui Aliansi Nikel guna membangun rantai pasok global yang tangguh.
Sementara di bidang politik dan keamanan, kedua negara sepakat meningkatkan kerja sama maritim, serta pengelolaan perbatasan. Termasuk, mempercepat pembahasan penetapan batas landas kontinen sesuai hukum internasional.
“Kami juga sepakat memperkuat kolaborasi industri pertahanan. Termasuk, melalui pengadaan peralatan pertahanan buatan Indonesia,” kata Sugiono.
Selain itu, kedua negara mencatat kemajuan dalam penyelesaian isu konsuler, khususnya terkait warga keturunan Indonesia dan Filipina. Dalam forum tersebut, Indonesia dan Filipina juga menegaskan pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas di Laut Cina Selatan dengan menghormati hukum internasional, terutama UNCLOS 1982.
Di sisi lain, Menlu Filipina Maria Theresa Lazaro menegaskan bahwa hubungan bilateral dengan Indonesia memiliki arti penting bagi Filipina. Terutama menjelang 77 tahun hubungan diplomatik kedua negara.

Menurut Lazaro, pertemuan kali ini juga mengacu pada Rencana Aksi Filipina-Indonesia 2022–2027. Yang mencakup kerja sama di sektor pertahanan, keamanan, maritim, ekonomi, kesehatan, dan pendidikan.
“Indonesia bukan hanya tetangga dekat Filipina, tetapi juga mitra, sahabat, dan saudara yang berharga. Mekanisme ini memberikan peluang untuk meningkatkan kepentingan nasional masing-masing sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat kedua negara,” kata Menlu Lazaro.
JCBC ke-8 RI-Filipina juga dimanfaatkan kedua menlu untuk bertukar pandangan terkait isu regional dan global yang menjadi perhatian bersama. Termasuk, menyoroti pentingnya proses politik inklusif di Myanmar guna mendorong perdamaian jangka panjang, stabilitas kawasan, serta penyaluran bantuan kemanusiaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....