Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL, Indonesia Kecam Serangan Israel
- 24 Apr 2026 20:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indonesia kembali berduka atas gugurnya prajurit TNI, Praka Rico Pramudia, yang bertugas dalam misi perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL).
- Berbagai langkah medis terbaik telah ditempuh oleh tim dokter yang menangani almarhum.
- Pemerintah terus berkoordinasi dengan UNIFIL guna memastikan proses repatriasi jenazah dapat segera dilakukan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Indonesia kembali berduka atas gugurnya prajurit TNI, Praka Rico Pramudia, yang bertugas dalam misi perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL). Almarhum meninggal dunia setelah mengalami luka berat akibat ledakan artileri dari tank Israel di sekitar Kota Adchit Al Qusayr pada 29 Maret 2026.
Insiden tersebut terjadi saat situasi keamanan di wilayah operasi UNIFIL masih berfluktuasi. Ledakan artileri yang mengenai area sekitar posisi pasukan penjaga perdamaian menyebabkan Praka Rico mengalami luka serius yang kemudian berujung pada wafatnya prajurit tersebut.
“Sejak kejadian, Pemerintah Indonesia langsung melakukan koordinasi erat dan intensif dengan pihak UNIFIL, Pemerintah Lebanon, serta tim medis di Beirut. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan medis terhadap korban dapat berjalan cepat dan optimal,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, Jumat, 24 April 2026 di Jakarta.
Yvonne mengungkapkan, berbagai langkah medis terbaik telah ditempuh oleh tim dokter yang menangani almarhum. Namun, akibat luka berat yang diderita, nyawa Praka Rico Pramudia tidak dapat diselamatkan meskipun telah mendapatkan perawatan intensif.
“Pemerintah menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan. Negara juga memastikan akan memberikan penghormatan terbaik sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengorbanan almarhum dalam menjaga perdamaian dunia,” ucapnya menambahkan.
Yvonne memastikan, pemerintah terus berkoordinasi dengan UNIFIL guna memastikan proses repatriasi jenazah dapat segera dilakukan. Seluruh proses pemulangan akan dilaksanakan dengan penuh penghormatan dan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Indonesia kembali mengecam keras serangan Israel yang menyebabkan gugurnya personel penjaga perdamaian tersebut. Pemerintah menilai serangan terhadap penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.
“Indonesia juga mendesak PBB untuk melakukan investigasi secara menyeluruh, transparan, dan akuntabel. Pemerintah menegaskan pentingnya penguatan perlindungan bagi seluruh personel penjaga perdamaian melalui koordinasi dengan PBB dan negara-negara kontributor pasukan,” kata Jubir Kemlu RI menegaskan.
“Termasuk, evaluasi aspek keselamatan serta langkah mitigasi risiko di wilayah operasi UNIFIL.”
Sebelumnya, satu personel penjaga perdamaian Garuda UNIFIL gugur di Lebanon Selatan pada Minggu, 29 Maret 2026. Diketahui Praka Farizal Rhomadhon gugur dalam serangan artileri tidak langsung mengenai posisi kontingen Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr.
Insiden yang terjadi di tengah saling serang artileri antara Israel dan Hizbullah juga menyebabkan tiga personel penjaga perdamaian Garuda terluka. Praka Rico Pramudia mengalami luka berat, sedangkan Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan.
2 personel Garuda di UNIFIL lainnya kembali gugur di dekat Bani Haiyyan, Lebanon selatan, Senin, 30 Maret 2026. Serangan ini juga melukai dua personel penjaga perdamaian Garuda lainnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....