Kanada Tekankan Pentingnya Kerja Sama Strategis dengan Indonesia
- 24 Apr 2026 18:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indonesia dinilai sebagai pasar prioritas di Asia Tenggara, karena memiliki posisi strategis dalam jalur perdagangan global
- Selat Malaka disebut sebagai jalur vital ekonomi dunia
- Senator Kanada menilai hubungan Kanada–Indonesia bersifat strategis
- ICA-CEPA dipandang sebagai kemitraan yang melampaui aspek perdagangan
- Kanada diminta memperkuat hubungan dengan Asia Tenggara, terutama Indonesia
RRI.CO.ID, Jakarta - Senator Kanada dari British Columbia, Yuen Pau Woo, menilai hubungan negaranya dengan Indonesia memiliki arti strategis. Kerja sama yang dimaksud adalah Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Kanada dan Indonesia (Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement/ICA-CEPA)
Pau Woo dalam pertemuan di Gedung Senat Kanada, Ottawa, menilai kemitraan di masa depan, akan lebih dari perdagangan semata. Ia menjelaskan Kanada perlu memperkuat hubungan dengan Asia Tenggara, dengan Indonesia menjadi salah satu mitra prioritas.
"Perjanjian ini bukan hanya tentang perdagangan. Ini tentang bagaimana Kanada memposisikan diri di dunia yang tidak lagi terorganisasi di sekitar satu pusat kekuasaan. Sejauh Kanada berupaya untuk mendiversifikasi hubungan ekonominya di luar Amerika Serikat, Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara merupakan pasar prioritas," kata Yuen Pau Woo, seperti dikutip dari rilis Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI, Jumat 24 April 2026
Ia kemudian menuturkan Indonesia memiliki sejarah Panjang, sebagai sebuah kekuatan besar di Asia Tenggara sejak berabad lalu. Posisi strategis Indonesia di dunia tersebut, terus berlanjut hingga saat ini.
Secara geografis, Indonesia berada di antara Samudra Hindia dan Pasifik. Selat Malaka yang terletak di perairan Indonesia menurut Pau Woo, merupakan jalur perdagangan vital bagi dunia, bahkan lebih penting dari Selat Hormuz.
"Jika Anda mengira blokade Selat Hormuz merupakan masalah bagi perekonomian dunia, bayangkan blokade Selat Malaka yang penting bukan hanya untuk jalur minyak dan gas, tetapi juga kapal kontainer dan kapal kargo curah," ujarnya
Sejak merdeka pada 1945, Indonesia telah menjadi negara yang berpengaruh dalam dunia internasional. Pau Woo menyebut kepemimpinan Indonesia dalam Konferensi Asia-Afrika tahun 1955, sebagai salah satu contoh.
Indonesia juga salah satu pendiri Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) pada 1965. Meski ASEAN bergerak berdasarkan konsensus, Indonesia dipandang sebagai pemimpin tidak resmi perhimpunan, dengan Sekretariatnya yang berlokasi di Jakarta.
"Dan di bawah Presiden Prabowo Subianto, tampaknya negara ini siap memainkan peran yang lebih penting lagi di tahun-tahun mendatang. Indonesia menjadi anggota penuh BRICS pada tahun 2025, dan merupakan satu-satunya anggota tetap G20 dari Asia Tenggara," ucap Pau Woo.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....