Indonesia 7 Negara Islam Kecam Pelanggaran Israel di Yerusalem dan Tepi Bart
- 24 Apr 2026 16:04 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Delapan negara Arab dan Islam, termasuk Indonesia, mengecam tindakan Israel di Jerusalem yang dinilai melanggar status historis dan hukum, serta menolak perubahan status quo kota tersebut.
- Negara-negara tersebut juga mengkritik penyerbuan ke Masjid Al-Aqsa, pembangunan lebih dari 30 permukiman ilegal di Tepi Barat, serta meningkatnya kekerasan terhadap warga Palestina.
- Para menteri menegaskan penolakan terhadap aneksasi dan pemindahan paksa warga Palestina, serta mendesak komunitas internasional menekan Israel agar menghentikan eskalasi dan praktik ilegal.
RRI.CO.ID, Jerusalem — Delapan negara Arab dan Islam pada Kamis mengecam tindakan Israel yang dinilai melanggar status historis dan hukum Jerusalem. Dalam pernyataan bersama, para menteri luar negeri menegaskan penolakan terhadap segala upaya untuk mengubah status quo kota tersebut.
Negara-negara tersebut adalah Indonesia, Mesir, Yordania, Uni Emirat Arab, Pakistan, Turki, Arab Saudi, dan Qatar. Negara-negara tersebut juga mengecam aksi Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa, dilansir dari Xinhua, Jumat, 24 April 2026.
Mereka menyoroti penyerbuan berulang serta pengibaran bendera Israel di kawasan tersebut yang dinilai sebagai tindakan provokatif. Selain itu, mereka mengkritik pembangunan permukiman ilegal yang terus berlanjut.
Israel disebut telah menyetujui lebih dari 30 permukiman baru di Tepi Barat yang diduduki. Keputusan tersebut semakin memperburuk situasi di wilayah Tepi Barat.
Kekerasan oleh pemukim terhadap warga Palestina juga menjadi perhatian utama. Laporan menyebut serangan meningkat, termasuk terhadap sekolah dan anak-anak, yang memperparah kondisi kemanusiaan di wilayah tersebut.
Para menteri menegaskan bahwa Israel tidak memiliki kedaulatan atas wilayah Palestina yang diduduki. Mereka juga menolak segala bentuk aneksasi.
Selain itu, mereka menolak pemindahan paksa warga Palestina. Para menteri menyerukan komunitas internasional untuk mengambil langkah konkret.
Langkah tersebut bertujuan menekan Israel agar menghentikan eskalasi dan praktik ilegal.
Pernyataan ini mencerminkan solidaritas negara-negara Arab dan Islam dalam mendukung Palestina.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....