Hampir 4 Juta Warga Sudan Pulang, IOM Ingatkan Risiko tanpa Dukungan Pemulihan
- 23 Apr 2026 20:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Hampir 4 juta orang dilaporkan telah kembali secara sukarela ke berbagai wilayah di Sudan di tengah meredanya konflik.
- IOM mencatat, kepulangan terutama terjadi di wilayah Aj Jazirah dan Khartoum, dipicu oleh membaiknya situasi keamanan di beberapa area, tekanan ekonomi, hingga upaya reunifikasi keluarga.
- Rencana respons krisis Sudan 2026 masih mengalami kekurangan dana hingga USD97,2 juta dolar
RRI.CO.ID, Jenewa - Sebanyak empat juta warga kembali ke berbagai wilayah Sudan. Kepulangan terjadi di tengah meredanya konflik di negara tersebut.
International Organization for Migration mengingatkan kepulangan berisiko tidak berkelanjutan tanpa dukungan pemulihan memadai. Kondisi di lapangan masih menghadirkan banyak tantangan serius.
“Bagi banyak orang, kembali ke rumah seharusnya awal pemulihan. Namun kenyataannya sering menghadapi layanan hancur dan ketidakpastian baru,” ujar Wakil Direktur Jenderal IOM SungAh Lee di Jenewa dalam keterangannya, Selasa, 21 April 2026.
Lee menegaskan kebutuhan mendesak terhadap layanan dasar dan perumahan layak. Peluang memulihkan mata pencaharian juga menjadi faktor penting keberlanjutan.
“Tanpa dukungan memadai, kepulangan aman dan bermartabat sulit dipertahankan. Kondisi ini dapat memperburuk kerentanan masyarakat terdampak,” ujarnya.
IOM mencatat kepulangan banyak terjadi di wilayah Aj Jazirah dan Khartoum. Faktor keamanan membaik menjadi salah satu pendorong utama.
Selain itu tekanan ekonomi turut memaksa warga kembali ke daerah asal. Upaya reunifikasi keluarga juga menjadi alasan penting kepulangan.
Meski demikian banyak warga kembali ke wilayah yang masih terdampak konflik berat. Kondisi ini meningkatkan risiko bagi keselamatan dan kesejahteraan mereka.
Infrastruktur penting di Khartoum dilaporkan mengalami kerusakan parah. Sistem air listrik fasilitas kesehatan dan perumahan belum pulih sepenuhnya.
Sementara di Aj Jazirah sektor pertanian menghadapi gangguan serius. Kerusakan alat dan sistem mengancam produksi pangan masyarakat.
Dampak juga dirasakan komunitas tuan rumah yang menampung pengungsi. Layanan dasar semakin tertekan akibat lonjakan jumlah penduduk.
Akses kesehatan air bersih dan peluang ekonomi semakin terbatas. Situasi ini memperburuk kondisi sosial ekonomi di berbagai wilayah.
IOM menilai dinamika pengungsian dan kepulangan saling berkaitan erat. Respons terkoordinasi diperlukan untuk menangani situasi kompleks ini.
Organisasi tersebut menyerukan dukungan internasional lebih kuat dalam waktu dekat. Kebutuhan pendanaan menjadi tantangan utama respons krisis.
Rencana respons krisis Sudan 2026 masih kekurangan dana signifikan. Nilainya mencapai sekitar 97,2 juta dolar Amerika Serikat.
Kekurangan dana berpotensi menghambat pemulihan jangka panjang negara tersebut. Stabilitas Sudan juga terancam tanpa investasi yang cukup.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....