Penanganan Krisis di Sudan Selatan Hadapi Kekurangan Dana

  • 26 Feb 2026 14:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Juba - International Organization for Migration (IOM) melaporkan kekurangan dana membahayakan nyawa lebih dari 1,9 juta pengungsi di Sudan Selatan. Bahkan, kondisi itu diperparah di tengah meningkatnya kebutuhan kemanusiaan di negara tersebut.

Negara itu termasuk krisis pengungsi terbesar dunia, di mana hampir 10 juta orang membutuhkan bantuan kemanusiaan. Termasuk pengungsi yang kembali dari konflik Sudan.

IOM membutuhkan lebih dari USD131 juta tahun ini. Namun, lembaga menghadapi kekurangan dana USD29 juta.

Badan PBB dan mitra mendukung solusi dipimpin pemerintah. Langkah itu mengacu Agenda Aksi Sekjen PBB tentang Pengungsi Internal.

“Sudan Selatan menanggung beban yang luar biasa, dan kekurangan dana berisiko merusak kemajuan menuju solusi berkelanjutan bagi jutaan orang. Keluarga-keluarga pengungsi dan masyarakat setempat berupaya membangun kembali kehidupan mereka, tetapi tekanan yang dihadapi sangat nyata,” kata Wakil Direktur Jenderal Operasi IOM, Ugochi Daniels, saat mengunjungi Sudan Selatan, dikutip Kamis, 26 Februari 2026.

“Terlebih tanpa dukungan berkelanjutan dan kemajuan menuju perdamaian. Sehingga menyebabkan masyarakat ini dapat menghadapi ketidakstabilan dan pengungsian kembali,” ujarnya.

Dilansir UN News, jutaan orang masih mengungsi. Konflik, banjir, dan ketidakstabilan memperparah situasi.

Sudan Selatan juga menerima pengungsi baru dari Sudan. Perang di Sudan meletus pada April 2023.

Lebih dari 1,3 juta orang melintasi perbatasan. Sebanyak 67 persen merupakan warga Sudan Selatan yang kembali.

Dukungan itu meringankan beban komunitas tuan rumah. “Bantuan darurat dan pemeriksaan kesehatan tetap penting,” kata IOM.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....