RI Perkuat Diplomasi di Barat Daya Tiongkok, KJRI Chengdu Segera Dibuka

  • 21 Apr 2026 16:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indonesia mempercepat ekspansi diplomatik dan ekonomi di kawasan Tiongkok Barat Daya dengan rencana pembukaan KJRI di Chengdu, Provinsi Sichuan.
  • Pembukaan KJRI Chengdu telah memiliki dasar hukum melalui Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2026 yang ditandatangani Presiden RI pada Maret lalu.
  • Nilai perdagangan Indonesia dengan Sichuan tercatat lebih dari 2,1 miliar dollar AS pada 2025.

RRI.CO.ID, Chengdu - Indonesia mempercepat ekspansi diplomatik dan ekonomi di kawasan Tiongkok Barat Daya dengan rencana pembukaan KJRI di Chengdu, Provinsi Sichuan. Langkah ini ditegaskan Duta Besar RI untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun, saat membuka forum Indonesia Updates bertema “Partnership for Resilience” pada Jumat, 17 April 2026 di Chengdu, Sichuan.

Pembukaan KJRI Chengdu telah memiliki dasar hukum melalui Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2026 yang ditandatangani Presiden RI pada Maret lalu. “Ini mencerminkan prioritas Indonesia untuk meningkatkan kerja sama strategis dengan kawasan Tiongkok Barat Daya, dengan Chengdu sebagai gateway,” ujar Djauhari.

Chengdu dinilai strategis karena berada di Provinsi Sichuan, salah satu pusat ekonomi terbesar di Tiongkok. Nilai perdagangan Indonesia dengan Sichuan tercatat lebih dari 2,1 miliar dollar AS pada 2025.

“Secara nasional, total perdagangan Indonesia-Tiongkok mencapai 167 miliar dollar AS, dengan investasi sebesar USD7,5 miliar dollar. Dengan kehadiran KJRI, Chengdu diharapkan menjadi simpul baru kerja sama kedua negara,” katanya.

“Tidak hanya di sektor perdagangan dan investasi, tetapi juga kesehatan, energi, pendidikan, hingga pariwisata.”

Sementara, dalam forum tersebut, KBRI Beijing memaparkan peluang kerja sama di sejumlah sektor strategis, termasuk hilirisasi industri berbasis energi terbarukan. Kemudian, pengembangan battery storage, penguatan pendidikan vokasi, hingga promosi produk unggulan seperti durian beku yang mulai menembus pasar Tiongkok sejak awal 2026.

Di sela-sela kegiatan, Djauhari juga bertemu dengan Sekretaris Partai Provinsi Sichuan, Wang Xiaohui. Keduanya menyoroti pentingnya hubungan antarmasyarakat (people-to-people contact) sebagai fondasi kemitraan jangka panjang.

Simbol kedekatan tersebut antara lain tercermin dari kelahiran bayi panda bernama “Ksatrio” di Taman Safari Bogor, mengingat Sichuan merupakan pusat konservasi panda dunia. Selain itu, konektivitas kedua wilayah juga semakin terbuka melalui penerbangan langsung Chengdu–Jakarta dan Chengdu–Bali.

“Kerja sama subnasional turut menguat, Sichuan telah menjalin hubungan sister province dengan Jawa Barat, sementara Chengdu menjadi sister city bagi Kota Medan. Pemerintah berharap kehadiran KJRI Chengdu dapat mempercepat realisasi berbagai potensi kerja sama tersebut di masa mendatang,” ucap Dubes Djauhari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....