Jepang Keluarkan Peringatan Megaquake usai Gempa
- 21 Apr 2026 12:34 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Jepang mengeluarkan peringatan potensi megaquake setelah gempa magnitudo 7,7, meski imbauan tsunami telah dicabut.
- Risiko gempa besar meningkat di dua palung Pasifik, mencakup 182 wilayah di tujuh prefektur tanpa perintah evakuasi awal.
- Tsunami maksimum 80 cm terdeteksi, lebih dari 176.000 warga sempat mengungsi, namun tidak ada kerusakan besar atau gangguan fasilitas nuklir.
RRI.CO.ID, Tokyo — Jepang mengeluarkan peringatan potensi megaquake setelah gempa berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang wilayah utara pada Senin, 20 April 2026. Meski imbauan tsunami sempat diberlakukan, peringatan tersebut kemudian dicabut, dilansir dari NHK.
Meski demikian, warga tetap diminta waspada terhadap kemungkinan gempa besar. Badan Meteorologi Jepang menyatakan risiko megaquake meningkat di dua palung laut dalam di Samudra Pasifik.
Peringatan ini mencakup tujuh prefektur dengan total 182 wilayah. Masyarakat diminta terus mengikuti perkembangan informasi hingga 27 April tanpa adanya perintah evakuasi awal.
Warga diimbau menyiapkan perlengkapan darurat, mengamankan furnitur rumah, serta memastikan ketersediaan makanan dan air. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak menyebarkan informasi yang tidak benar.
Sebelumnya, tsunami setinggi hingga 3 meter sempat diperkirakan, namun gelombang tertinggi yang tercatat hanya mencapai 80 sentimeter. Tsunami setinggi 40 sentimeter juga terdeteksi di beberapa wilayah lain, gelombang yang lebih kecil terjadi di berbagai daerah Jepang.
Gempa terjadi di lepas pantai Sanriku dengan kedalaman sekitar 19 kilometer dan intensitas mencapai level atas 5 dalam skala Jepang. Selain itu, getaran panjang yang memengaruhi gedung tinggi juga tercatat di wilayah Tohoku.
Pemerintah menyebut lebih dari 176.000 warga sempat diperintahkan mengungsi. Layanan kereta cepat Shinkansen sempat dihentikan akibat gempa, namun kembali beroperasi pada malam hari.
Sementara itu, operasional bandara tetap berjalan normal. Otoritas juga memastikan tidak ada kerusakan maupun gangguan pada fasilitas nuklir, termasuk di Fukushima, sehingga kondisi dinyatakan aman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....