Israel dan Lebanon Sepakat Negosiasi Langsung, Dimediasi Amerika

  • 15 Apr 2026 15:34 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Amerika Serikat memfasilitasi pertemuan trilateral antara Israel dan Lebanon di Washington yang menghasilkan kesepakatan untuk memulai negosiasi langsung.
  • Pertemuan dipimpin oleh Marco Rubio dan dihadiri duta besar kedua negara, dengan AS berperan sebagai mediator dalam proses perdamaian.
  • Israel dan Lebanon memiliki posisi berbeda terkait konflik dengan Hezbollah, namun tetap membuka jalur diplomasi di tengah ketegangan yang masih berlangsung.

RRI.CO.ID, Washington — Amerika Serikat memfasilitasi pertemuan trilateral yang melibatkan Israel dan Lebanon di Washington. Dalam pertemuan tersebut, ketiga pihak sepakat untuk memulai negosiasi langsung pada waktu dan tempat yang akan disepakati bersama.

Melansir dari Anadolu, Rabu, 15 April 2026, pertemuan dipimpin oleh Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio. Pertemuan ini juga dihadiri oleh Duta Besar Lebanon untuk AS Nada Hamadeh serta Duta Besar Israel untuk AS Yechiel Leiter.

Diskusi disebut berlangsung produktif, dengan harapan pembicaraan dapat melampaui kesepakatan tahun 2024 dan menghasilkan perdamaian yang lebih komprehensif. Amerika Serikat menegaskan perannya sebagai mediator dalam proses tersebut.

Sementara itu, Israel menyatakan dukungan terhadap pelucutan kelompok bersenjata non-negara dan pembongkaran infrastruktur militan. Israel juga berkomitmen untuk terlibat dalam negosiasi langsung.

Di sisi lain, Lebanon menegaskan pentingnya menjaga kedaulatan dan integritas wilayahnya. Negara tersebut juga menyerukan gencatan senjata serta langkah konkret untuk mengatasi krisis kemanusiaan yang semakin memburuk.

Pembicaraan ini menjadi kontak diplomatik langsung pertama antara Israel dan Lebanon dalam lebih dari 30 tahun. Langkah ini terjadi di tengah konflik yang masih berlangsung di Lebanon selatan, di mana operasi militer Israel terus menargetkan Hezbollah.

Meski sempat terjadi gencatan senjata yang dimediasi Pakistan, ketegangan di kawasan tetap tinggi. Upaya diplomasi terus dilakukan untuk meredakan konflik dan membuka peluang tercapainya perdamaian jangka panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....