Tiongkok Desak Gencatan Senjata AS-Iran Dipertahankan demi Stabilitas

  • 14 Apr 2026 15:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Luar Negeri Wang Yi menegaskan bahwa menjaga momentum gencatan senjata adalah prioritas utama untuk mencegah pecahnya kembali konflik antara AS dan Iran.
  • Situasi kembali menegang seiring adanya laporan dimulainya blokade AS terhadap pelabuhan Iran setelah perundingan di Islamabad belum membuahkan kesepakatan baru.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Tiongkok menegaskan bahwa menjaga gencatan senjata dalam konflik Timur Tengah menjadi prioritas utama saat ini. Upaya tersebut dinilai penting untuk mencegah kembali pecahnya pertempuran antara Amerika Serikat dan Iran.

Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi menyampaikan hal tersebut dalam pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar. Ia menekankan perlunya menjaga momentum gencatan senjata yang telah tercapai dengan susah payah.

“Prioritas utama saat ini adalah mengerahkan segala upaya untuk mencegah kembalinya konflik. Serta mempertahankan momentum gencatan senjata yang telah dicapai dengan susah payah,” ujar Wang Yi kepada Ishaq Dar, menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Tiongkok pada Senin, 13 April 2026, melansir TRT World.

Wang juga menyebut rencana perdamaian bersama antara Tiongkok dan Pakistan yang diumumkan sebelumnya masih relevan. Rencana tersebut dinilai dapat menjadi acuan dalam mencari solusi penyelesaian konflik.

Selain itu, Tiongkok mendorong komunitas internasional untuk bersikap tegas terhadap tindakan yang berpotensi merusak gencatan senjata. Wang menilai, upaya bersama diperlukan untuk mendorong dialog damai dan mencegah eskalasi ketegangan.

Di sisi lain, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyatakan gencatan senjata antara AS dan Iran masih berlangsung. Ia mengatakan berbagai upaya terus dilakukan untuk mencapai kesepakatan lanjutan.

Ishaq Dar juga menegaskan komitmen Pakistan dalam mengedepankan jalur diplomasi. Ia menyebut dialog sebagai satu-satunya cara yang realistis untuk memulihkan stabilitas kawasan.

Sementara itu, laporan intelijen maritim Inggris menyebut blokade AS terhadap pelabuhan Iran mulai diberlakukan pada Senin siang waktu setempat. Kebijakan tersebut menambah tekanan di tengah situasi yang masih rentan.

Sebelumnya, Pakistan bersama Turki, Arab Saudi, dan Mesir berhasil memediasi gencatan senjata selama 14 hari antara Washington dan Teheran. Namun, perundingan lanjutan yang berlangsung selama 16 jam di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan baru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....