Trump Umumkan Rencana Blokade Laut Iran usai Perundingan Gagal
- 14 Apr 2026 12:04 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- residen Donald Trump mengumumkan bahwa AS akan menghentikan setiap kapal yang keluar-masuk Selat Hormuz.
- AS telah menginstruksikan Angkatan Laut untuk mencegat kapal di perairan internasional yang membayar biaya kepada Iran, sekaligus memulai operasi pembersihan ranjau dengan peringatan balasan.
RRI.CO.ID, Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencana penerapan blokade laut terhadap Iran. Langkah ini diambil setelah perundingan di Islamabad gagal meredakan konflik yang telah berlangsung beberapa pekan di Timur Tengah.
Dalam pernyataannya pada Minggu 12 April 2026, waktu setempat, Trump menegaskan AS akan menghentikan “setiap kapal” yang berupaya melintas keluar-masuk dari Selat Hormuz. Ia menyebut, blokade tersebut akan segera diberlakukan dengan melibatkan sejumlah negara lain.
Melalui platform Truth Social, Trump menyatakan Iran tidak akan dibiarkan meraup keuntungan dari tindakan yang ia sebutnya “pemerasan ilegal.” Pernyataan itu merujuk pada pembatasan pergerakan kapal oleh Teheran di jalur strategis tersebut.
Trump juga mengungkapkan telah menginstruksikan Angkatan Laut AS untuk mencegat kapal di perairan internasional yang diketahui membayar biaya kepada Iran. Kebijakan ini disebut sebagai bagian dari upaya menekan aktivitas Iran di kawasan tersebut.
Ia menilai kegagalan perundingan terjadi karena Iran menolak menghentikan program nuklirnya. Trump mengaku telah menerima laporan lengkap hasil negosiasi dari Wakil Presiden JD Vance, utusan khusus Steve Witkoff, dan penasihatnya Jared Kushner.
Menurutnya, sejumlah poin dalam perundingan sebenarnya lebih baik dibanding melanjutkan operasi militer. Namun, hal tersebut dinilai tidak berarti jika kemampuan nuklir berada di tangan pihak yang dianggap tidak stabil.
Trump juga menyampaikan bahwa operasi pembersihan ranjau di Selat Hormuz akan segera dimulai. Ia menegaskan setiap serangan dari Iran terhadap pasukan AS atau kapal sipil akan dibalas dengan respons tegas.
Selain itu, Trump mengklaim kekuatan militer Iran telah mengalami penurunan signifikan selama konflik berlangsung. Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan usai perundingan antara AS dan Iran di Pakistan berakhir tanpa kesepakatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....