PBNU Harap Gencatan Senjata Iran-AS Capai Penghentian Kekerasan Absolut
- 09 Apr 2026 15:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengharapkan, gencatan senjata Iran dan Amerika Serikat (AS) akan mencapai penghentian kekerasan secara absolut.
- Gus Yahya menyatakan, pihaknya mendorong penyelesaian pertentangan apapun melalui dialog dan diplomasi dan menolak segala bentuk kekerasan.
- Gus Yahya mengharapkan, hal ini menjadi langkah awal untuk dihentikannya kekerasan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengharapkan, gencatan senjata Iran dan Amerika Serikat (AS) akan mencapai penghentian kekerasan secara absolut. Hal itu disampaikan Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menanggapi kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan oleh Iran dan AS.
“Sekarang kita menyerukan dengan sungguh-sungguh agar ini menjadi awal dari dihentikannya kekerasan secara absolut. Apapun yang menjadi pertentangan, apapun perselisihan yang ada, selesaikan melalui diplomasi, melalui jalan damai,” ujar Gus Yahya saat menghadiri konferensi pers Duta Besar Persatuan Emirat Arab (PEA), Abdulla Salem AIDhaheri dalam konferensi pers, di Jakarta, Rabu, 8 April 2026 malam.
Ia mengatakan, kesepakatan gencatan senjata ini juga merupakan kabar yang menggembirakan. Namun, ia berharap, hal ini menjadi langkah awal untuk dihentikannya kekerasan.
“Adalah bagaimana supaya ini berhenti secepat mungkin Itu yang pertama-tama. Terlepas dari orang lihat siapa yang salah, siapa yang benar, yang penting harus berhenti, kekerasan harus berhenti,” ujarnya, menambahkan.
Di sisi lain Gus Yahya menyebut, perang Iran dengan AS dan Israel di Timur Tengah turut berdampak pada lini kehidupan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, kata dia, PBNU menginisiasi gerakan penguatan ketahanan sosial masyarakat.
“Melalui jaringan NU dengan berbagai macam instrumen dan program ke depan, kami juga melibatkan bekerjasama dengan berbagai ormas dan juga dengan pemerintah dalam soal ini. Karena, sekarang yang paling di depan mata adalah bagaimana kita membantu masyarakat menghadapi dampak dari perang ini,” ujarnya.
Ia mengatakan, mendorong penyelesaian pertentangan apapun melalui dialog dan diplomasi dan menolak segala bentuk kekerasan. Termasuk, mengajak seluruh masyarakat internasional memperkuat ketahanan didasarkan atas aturan-aturan dan norma kesepakatan konsensus internasional.
“Bukan atas dasar perimbangan kekuatan, bukan atas dasar katakanlah siapa lebih kuat siapa yang lebih lemah, karena, kalau itu yang terjadi tidak ada yang akan survive (bertahan). Dunia ini hanya akan survive kalau ditegakkan satu tataran internasional yang adil dan harmonis serta ditegakkan atas prinsip penghormatan terhadap kesetaraan hak dan martabat setiap manusia,” katanya, menegaskan.
Gencatan senjata diumumkan Presiden Donald Trump, Selasa, 7 April 2026 setelah upaya mediasi oleh kepala militer Pakistan, Marsekal Lapangan Asim Munir, dan PM Shehbaz Sharif. Ia dalam sebuah unggahan di X mengatakan, telah mengundang delegasi Iran dan AS untuk bertemu di Islamabad pada Jumat mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....