Persatuan Emirat Arab Sambut Positif Gencatan Senjata Iran dan AS

  • 09 Apr 2026 14:31 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Persatuan Emirat Arab (PEA) menyambut positif kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan oleh Iran dan Amerika Serikat (AS).
  • Kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu oleh Iran dan AS diharapkan pula akan berdampak pada dibukanya kembali akses di Selat Hormuz.
  • Gencatan senjata diumumkan Presiden Donald Trump, Selasa, 7 April 2026 setelah upaya mediasi oleh kepala militer Pakistan, Marsekal Lapangan Asim Munir, dan PM Shehbaz Sharif.

RRI.CO.ID, Jakarta - Persatuan Emirat Arab (PEA) menyambut positif kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan oleh Iran dan Amerika Serikat (AS). PEA mengharapkan semua pihak akan mencapai perdamaian guna mewujudkan stabilitas bersama.

“Kami sangat berharap ini adalah waktu yang tepat untuk membahas jalan ke depan, untuk membahas perdamaian dan stabilitas. Kami berharap dalam dua minggu mendatang kita akan dapat mencapai hasil yang baik yang akan mewujudkan stabilitas dan menuju kemakmuran bagi negara-negara kita,” kata Duta Besar PEA, Abdulla Salem AIDhaheri dalam konferensi pers, Rabu, 8 April 2026, malam di Jakarta mengenai perang Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS).

Dubes AlDhaheri menyebut, PEA bersama negara-negara Teluk dan Yordania selalu menyerukan de-eskalasi, gencatan senjata, dan pembicaraan di jalur diplomatik. “Kami benar-benar tidak ingin melihat adanya eskalasi,” ucapnya menambahkan.

Kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu oleh Iran dan AS diharapkan pula akan berdampak pada dibukanya kembali akses di Selat Hormuz. PEA mendorong adanya keterlibatan secara damai dan aman.

“Kita perlu bergerak maju, kita perlu terlibat secara damai dan aman, kita perlu melihat kelancaran lalu lintas di Selat Hormuz. Karena, kita benar-benar tidak ingin melihat gangguan pada rantai pasokan,” ucap Dubes AlDhaheri menekankan.

Secara khusus Dubes AlDhaheri memastikan, PEA akan menjadi bagian dari solusi tercapainya perdamaian atas perang Iran dengan AS dan Israel. PEA juga mendorong AS dan Iran akan bersatu dengan solusi jangka panjang yang membawa stabilitas di kawasan.

AS dan Iran juga dijadwalkan akan memulai pembicaraan menyelesaikan kesepakatan perdamaian pada Jumat, 10 April 2026 di Islamabad, Pakistan. Pada kesempatan itu PEA mengharapkan pertemuan akan menghasilkan keputusan yang baik bagi dunia.

“Saya tidak memiliki informasi pasti tentang apa yang akan terjadi, tetapi kami sangat berharap kesimpulan dari diskusi dan negosiasi selama 12 atau 14 hari ke depan. Akan menghasilkan hasil yang baik yang memungkinkan dunia untuk maju dengan pembangunan, kemakmuran, dan dengan banyak keamanan di tangan mereka,” kata Dubes AlDhaheri menegaskan.

Secara khusus Dubes AlDhaheri mengungkapkan, meskipun negaranya menjadi salah satu target serangan dalam perang Iran dengan Israel dan AS. Namun, ia memastikan PEA tetap aman, stabil dan sepenuhnya siap dengan sistem pertahanan efektif.

“Institusi kami beroperasi secara penuh dan lebih dari 200 kewarganegaraan asing tetap berada dalam kondisi aman dan harmonis. Perekonomian kami tetap tangguh, kami memiliki tingkat likuiditas perbankan yang kuat, dengan rasio kecukupan modal sekitar 17 persen dan rasio cakupan likuiditas melebihi 146,6 persen,” ujarnya memaparkan.

Gencatan senjata diumumkan Presiden Donald Trump, Selasa, 7 April 2026 setelah upaya mediasi oleh kepala militer Pakistan, Marsekal Lapangan Asim Munir, dan PM Shehbaz Sharif. Sharif kemudian mengatakan dalam sebuah unggahan di X bahwa ia telah mengundang delegasi Iran dan AS untuk bertemu di Islamabad pada hari Jumat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....