Rusia Evakuasi Staf dari PLTN Bushehr Iran yang Diserang

  • 06 Apr 2026 13:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Perusahaan nuklir negara Rusia, Rosatom, mengevakuasi 198 stafnya lagi dari pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr di Iran.
  • Rosatom dilaporkan telah mengevakuasi staf dari pembangkit tersebut sejak perang Iran pecah pada akhir Februari.
  • Juru Bicara Kemlu Rusia, Maria Zakharova mengungkapkan, Rusia mengutuk serangan ke PLTN Bushehr yang turut menyebabkan satu korban tewas.

RRI.CO.ID, Moskow - Perusahaan nuklir negara Rusia, Rosatom, mengevakuasi 198 stafnya lagi dari pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr di Iran. Evakuasi dilakukan pada Sabtu, 4 April 2026, demikian dilansir Reuters.

Terdapat laporan tentang serangan proyektil lain di dekat PLTN Bushehr, di Provinsi Bushehr, Iran, dan menyebabkan seorang staf tewas. Sedangkan, Rosatom dilaporkan telah mengevakuasi staf dari pembangkit tersebut sejak perang Iran pecah pada akhir Februari.

Kantor berita Rusia mengutip pernyataan kepala Rosatom, Alexei Likhachev, mengatakan perkembangan di dekat pembangkit listrik tersebut sesuai dengan skenario terburuk. Likhachev mengatakan bahwa anggota staf yang tewas adalah warga negara Iran.

Sementara, Rosatom mengatakan telah memberi tahu Presiden Rusia Vladimir Putin tentang situasi di sekitar pembangkit listrik tersebut. Demikian kutipan pernyataan Likhachev yang dilaporkan oleh kantor berita TASS.

Juru Bicara Kemlu Rusia, Maria Zakharova mengungkapkan, Rusia mengutuk serangan ke PLTN Bushehr yang turut menyebabkan satu korban tewas. Kata Zakharova dalam keterangan tertulis beberapa saat setelah terjadinya serangan.

“Kami menyampaikan belasungkawa atas kematian salah satu karyawan pembangkit listrik yang. Menurut informasi yang tersedia, bertanggung jawab untuk memastikan keamanan fisiknya,” ucapnya.

Rusia menilai serangan ilegal dan semborono Israel dan Amerika Serikat (AS) ke PLTN Bushehr merupakan noda yang tidak terhapuskan pada reputasi internasional keduanya. Sehingga, tindakan ini mencerminkan Israel dan AS tidak mengakui aturan atau batasan apa pun.

“Pada intinya, mereka telah sepenuhnya menghancurkan kedudukan apa pun yang pernah mereka klaim di bidang non-proliferasi nuklir. Serta, keselamatan nuklir dan keamanan nuklir, sehingga memperjelas bahwa mereka sendiri tidak mengakui aturan atau batasan apa pun,” kata Zakharova menekankan.

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menekankan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) atau daerah sekitarnya tidak boleh diserang. Pernyataan ini keluar setelah adanya laporan tentang serangan proyektil lain di dekat PLTN Bushehr, di Provinsi Bushehr, Iran, Sabtu. 4 April 2026.

Kepala IAEA Rafael Grossi dalam pernyataannya menyebut, selain melarang PLTN dan daerah sekitarnya tidak boleh diserang. Ia mencatat, bangunan tambahan di lokasi tersebut mungkin berisi peralatan keselamatan vital.

IAEA mengungkapkan, mendapatkan informasi tentang serangan tersebut yang merupakan insiden keempat dalam beberapa minggu terakhir oleh pejabat Iran. Iran juga memberi tahu bahwa seorang anggota staf perlindungan fisik situs tersebut tewas akibat pecahan proyektil.

Grossi mengulangi seruan untuk menahan diri secara maksimal dari militer untuk menghindari risiko kecelakaan nuklir. Ia kembali menekankan pentingnya mematuhi tujuh pilar IAEA untuk memastikan keselamatan dan keamanan nuklir selama konflik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....