Kepala IAEA: PLTN Tak Boleh Jadi Target Serangan dalam Perang
- 05 Apr 2026 21:23 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kepala International Atomic Energy Agency (IAEA) menegaskan, lokasi pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) dan area sekitarnya tidak boleh menjadi target serangan militer.
- Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi menyampaikan, bahwa fasilitas PLTN maupun area di sekitarnya “sama sekali tidak boleh diserang”.
RRI.CO.ID, Wina - Lokasi pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) dan area sekitarnya tidak boleh menjadi target serangan militer. Hal ini disampaikan Kepala International Atomic Energy Agency (IAEA), menyusul insiden keempat di dekat fasilitas nuklir Iran baru-baru ini.
Badan yang berbasis di Wina itu menyatakan, berdasarkan informasi dari Iran, sebuah proyektil menghantam area sekitar Bushehr Nuclear Power Plant pada Sabtu (4/4). Serangan tersebut merupakan kejadian serupa keempat yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir.
IAEA mengutip otoritas Iran bahwa seorang staf di lokasi tewas akibat pecahan proyektil. Selain itu, sebuah bangunan terdampak gelombang kejut dan serpihan.
Meski demikian, badan tersebut menegaskan tidak ada laporan peningkatan tingkat radiasi setelah insiden terjadi. Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut.
Ia menegaskan bahwa fasilitas PLTN maupun area di sekitarnya “sama sekali tidak boleh diserang”. Karena bangunan penunjang di lokasi dapat menyimpan peralatan keselamatan yang vital.
Grossi kembali menekankan pentingnya menjaga keamanan dan keselamatan nuklir selama konflik berlangsung. Ia juga menyerukan semua pihak untuk menahan diri secara maksimal dari aksi militer yang dapat memicu risiko kecelakaan nuklir.
Fasilitas nuklir Iran dilaporkan telah beberapa kali menjadi sasaran serangan. Ini terjadi sejak militer gabungan Israel dan United States memulai serangan terhadap negara tersebut pada 28 Februari lalu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....