Badan Atom Internasional Tekankan PLTN Tidak Boleh Diserang

  • 05 Apr 2026 17:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menekankan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) atau daerah sekitarnya tidak boleh diserang.
  • IAEA menyebut, mendapatkan informasi tentang serangan tersebut yang merupakan insiden keempat dalam beberapa minggu terakhir oleh pejabat Iran.
  • Grossi menekankan pentingnya mematuhi tujuh pilar IAEA untuk memastikan keselamatan dan keamanan nuklir selama konflik.

RRI.CO.ID, Wina - Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menekankan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) atau daerah sekitarnya tidak boleh diserang. Pernyataan ini keluar setelah adanya laporan tentang serangan proyektil lain di dekat PLTN Bushehr, di Provinsi Bushehr, Iran, Sabtu. 4 April 2026.

Kepala IAEA Rafael Grossi dalam pernyataannya menyebut, selain melarang PLTN dan daerah sekitarnya tidak boleh diserang. Ia mencatat, bangunan tambahan di lokasi tersebut mungkin berisi peralatan keselamatan vital.

Sementara, tidak ada peningkatan tingkat radiasi yang dilaporkan setelah insiden terbaru ini. Demikian dilansir UN News, Minggu, 5 April 2026.

IAEA mennyebut, mendapatkan informasi tentang serangan tersebut yang merupakan insiden keempat dalam beberapa minggu terakhir oleh pejabat Iran. Iran juga memberi tahu bahwa seorang anggota staf perlindungan fisik situs tersebut tewas akibat pecahan proyektil.

Serta, sebuah bangunan di lokasi tersebut terkena gelombang kejut dan pecahan. Serangan sebelumnya di Bushehr terjadi pada 18 Maret, ketika sebuah struktur sekitar 350 meter dari reaktor terkena dan hancur.

Grossi mengulangi seruan untuk menahan diri secara maksimal dari militer untuk menghindari risiko kecelakaan nuklir. Ia kembali menekankan pentingnya mematuhi tujuh pilar IAEA untuk memastikan keselamatan dan keamanan nuklir selama konflik.

Tujuh pilar IAEA tersebut terdiri atas integritas fisik fasilitas baik itu reaktor, kolam bahan bakar, atau tempat penyimpanan limbah radioaktif yang harus dijaga. Semua sistem dan peralatan keselamatan dan keamanan harus berfungsi penuh setiap saat.

Staf operasional harus mampu memenuhi tugas keselamatan dan keamanan mereka dan memiliki kapasitas untuk membuat keputusan tanpa tekanan yang tidak semestinya. Harus ada pasokan listrik yang aman dari jaringan listrik untuk semua lokasi nuklir.

Harus ada rantai pasokan logistik dan transportasi yang tidak terputus ke dan dari lokasi. Harus ada sistem pemantauan radiasi yang efektif di lokasi dan di luar lokasi, serta langkah-langkah kesiapan dan respons darurat.

Serta, harus ada komunikasi yang andal dengan regulator dan pihak lain. Sementara, Menlu Iran Abbas Araghchi mengungkapkan, serangan di PLTN Bushehr terjadi ketika AS dan Israel meningkatkan penargetan situs industri Iran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....