Indonesia Desak Pertemuan PBB dan Negara Kontributor Pasukan Perdamaian
- 05 Apr 2026 15:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indonesia mendesak PBB segera melakukan pertemuan dengan negara-negara kontributor pasukan perdamaian UNIFIL United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
- Indonesia juga kembali menyerukan dilakukannya penyelidikan segera, menyeluruh, dan transparan untuk mengungkap fakta.
- Permintaan ini menyusul tiga pasukan perdamain UNIFIL Indonesia yang terluka dalam ledakan, Jumat, 3 April 2026 di El Addaiseh, Lebanon selatan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Indonesia mendesak PBB segera melakukan pertemuan dengan negara-negara pasukan perdamaian UNIFIL United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Permintaan ini menyusul insiden terlukanya tiga pasukan perdamain UNIFIL Indonesia, Jumat, 3 April 2026, di El Addaiseh, Lebanon Selatan.
“Indonesia kembali meminta agar Dewan Keamanan PBB segera mengusut seluruh insiden terhadap UNIFIL. Agar segera dilakukan pertemuan antara negara kontributor pasukan untuk UNIFIL untuk melakukan review (tinjauan-red),” kata Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang dalam keterangan tertulis, Sabtu, 4 April 2026.
“Mengambil tindakan penguatan perlindungan terhadap pasukan yang bertugas di UNIFIL," ujarnya. Secara khusus, Yvonne menyebut, Indonesia juga kembali menyerukan dilakukannya penyelidikan segera, menyeluruh, dan transparan untuk mengungkap fakta.
“Insiden ini terjadi di tengah serangan Israel ke Lebanon, operasi militer Israel yang terus berlanjut di Lebanon selatan. Termasuk, pernyataan untuk mempertahankan keberadaan Israel, beresiko mendestabilisasi situasi dan terus membahayakan personel pasukan perdamaian PBB,” ujarnya.
Menurut Yvonne, Indonesia menekankan kembali bahwa keselamatan dan keamanan peacekeepers PBB tidak dapat ditawar. “Setiap tindakan yang membahayakan mereka merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan tidak boleh dibiarkan tanpa pertanggungjawaban,” ucapnya.
Ledakan Jumat kemarin, merupakan insiden serius ketiga yang melibatkan peacekeepers Indonesia di UNIFIL dalam satu minggu terakhir.“ Kejadian ini menggarisbawahi pentingnya penguatan segera perlindungan bagi pasukan perdamaian PBB di tengah situasi konflik yang semakin berbahaya,” kata Jubir Kemlu RI.
Sebelumnya, satu personel penjaga perdamaian Garuda UNIFIL gugur di Lebanon Selatan pada Minggu, 29 Maret 2026. Diketahui Praka Farizal Rhomadhon gugur dalam serangan artileri tidak langsung mengenai posisi kontingen Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr.
Insiden yang terjadi di tengah saling serang artileri antara Israel dan Hizbullah juga menyebabkan tiga personel penjaga perdamaian Garuda terluka. Praka Rico Pramudia mengalami luka berat, sedangkan Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan.
2 personel Garuda di UNIFIL lainnya kembali gugur di dekat Bani Haiyyan, Lebanon selatan, Senin, 30 Maret 2026. Serangan ini juga melukai dua personel penjaga perdamaian Garuda lainnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....