Dewan Kerja Sama Teluk Minta Iran Patuhi Resolusi PBB 2817
- 05 Apr 2026 20:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) meminta agar Iran mematuhi Resolusi PBB 2817.
- Pertemuan di Markas Besar PBB, Kamis lalu, kedua sekjen membahas serangan Iran yang menargetkan negara-negara GCC dan meneliti dampaknya.
- Sekjen Guterres mendesak Amerika Serikat (AS), Israel dan Iran menghentikan perang di kawasan.
RRI.CO.ID, New York - Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) meminta agar Iran mematuhi Resolusi PBB 2817. Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) GCC, Jasem Mohamed Albudaiwi saat bertemu Sekjen PBB, Antonio Guterres, Kamis, 2 April 2026 di Markas Besar PBB, New York.
Adapun, Resolusi 2817 yang diadopsi pada Maret lalu oleh Dewan Keamanan (DK) PBB, memuat desakan segera mengakhiri semua serangan Teheran terhadap negara-negara teluk. Yaitu, terhadap Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Yordania.
Resolusi ini menuntut penghentian ancaman terhadap objek sipil dan perdagangan maritim. Sebanyak 13 dari 15 anggota DK PBB menyetujui, sementara Rusia dan Tiongkok abstain.
Sementara, pada pertemuan di Markas Besar PBB, Kamis lalu, kedua sekjen membahas serangan Iran yang menargetkan negara-negara GCC dan meneliti dampaknya. Keduanya juga menekankan perlunya penghentian segera semua tindakan permusuhan.
Sekjen GCC menyampaikan apresiasinya atas sikap mendukung Sekjen PBB terhadap negara-negara GCC dalam menghadapi serangan-serangan ini. Serta, menegaskan negara-negara Dewan Kerja Sama telah berupaya membangun hubungan normal dengan Iran.
“Tetapi terkejut dengan serangan-serangan berbahaya ini yang melanggar kedaulatan negara-negara GCC. Serta, merupakan pelanggaran mencolok terhadap semua hukum dan norma internasional,” demikian pernyataan Sekjen Albudaiwi yang dikutip dari laman GCC.
Sekjen Albudaiwi, mengatakan kepada para duta besar bahwa Iran telah menargetkan infrastruktur sipil vital. Termasuk bandara, fasilitas minyak, area perumahan dan komersial, depot bahan bakar, fasilitas layanan, dan misi diplomatik.
“GCC mengutuk keras serangan Iran yang terang-terangan ini, yang merupakan pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan negara-negara GCC. Serta prinsip hubungan bertetangga yang baik, hukum internasional, dan Piagam PBB,” ujar Albudaiwi dikutip UN News.
“Negara-negara GCC tidak menginginkan perang. Mereka menginginkan perdamaian, keamanan, dan stabilitas yang layak diterima oleh semua orang, " katanya.
Sementara, Sekjen Guterres mendesak Amerika Serikat (AS), Israel dan Iran menghentikan perang di kawasan. Perang yang memasuki bulan kedua itu menyebabkan ketegangan di Timur Tengah (Timteng).
Desakan oleh Sekjen PBB itu dikeluarkan seiring dengan dampak ekonomi yang mulai dirasakan akibat perang. Tidak hanya oleh masyarakat yang tinggal di kawasan Timteng, namun dampak ekonomi juga dirasakan masyarakat dunia secara luas.
“Kepada AS dan Israel, sudah saatnya menghentikan perang yang menimbulkan penderitaan manusia luar biasa dan telah memicu konsekuensi ekonomi yang menghancurkan. Iran, harus berhenti menyerang negara-negara tetangganya,” ujar Sekjen Guterres dalam konferensi pers, Kamis, 2 April 2026 di Markas Besar PBB, New York, AS.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....