Eskalasi Meningkat, Panglima Perintahkan Pasukan TNI di Lebanon Masuk Bunker

  • 04 Apr 2026 15:38 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Panglima TNI Agus Subiyanto memerintahkan seluruh prajurit TNI yang tengah menjalankan misi perdamaian di Lebanon untuk masuk ke bunker.
  • Semua pasukan TNI dimint menghentikan seluruh aktivitas di luar markas UNIFIL.

RRI.CO.ID, Jakarta - Panglima TNI Agus Subiyanto memerintahkan seluruh prajurit TNI yang tengah menjalankan misi perdamaian di Lebanon untuk masuk ke bunker. Ia meminta semua pasukan TNI menghentikan seluruh aktivitas di luar markas.

Instruksi itu diberikan menyusul meningkatnya eskalasi konflik antara Israel dan Hizbullah di wilayah Lebanon selatan akhir-akhir ini. Perintah tersebut disampaikan Agus saat melakukan panggilan video dengan Komandan Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL.

Dalam percakapan yang dibagikan melalui akun Instagram pribadinya, Agus menekankan pentingnya menjaga keamanan internal. Serta demi keselamatan dan menjaga moril prajurit.

“Jaga moril prajurit yang ada di sana, tetap laksanakan pengamanan intern, masuk ke bunker-bunker. Tidak ada kegiatan lagi keluar, dan jaga moril prajurit supaya tetap semangat,” ujar Agus dalam keterangannya, Sabtu 4 April 2026.

Komandan Satgas menyatakan siap melaksanakan instruksi tersebut. Agus menegaskan, prioritas utama saat ini adalah memastikan seluruh prajurit tetap aman dan terlindungi selama menjalankan tugas perdamaian di bawah mandat UNIFIL.

Dalam unggahan yang sama, Agus juga menyampaikan doa bagi para prajurit yang bertugas. Ia berharap seluruh personel diberi kekuatan dan keselamatan dalam menjalankan pengabdian.

Tiga Prajurit Gugur, Tiga Lainnya Terluka

Situasi keamanan pasukan Indonesia di Lebanon menjadi sorotan setelah tiga prajurit TNI gugur dalam dua insiden terpisah di Lebanon selatan.

Menurut UNIFIL, Praka Farizal Rhomadhon meninggal dunia akibat ledakan proyektil di dekat salah satu pos Indonesia di Desa Adchit Al Qusayr pada Minggu (29/3).

Sehari kemudian, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan juga gugur. Ini akibat ledakan dari sumber yang belum diketahui.

Kemudian, pada Jumat (3/4) tiga prajurit TNI lainnya kembali mengalami luka-luka akibat ledakan yang juga belum diketahui asalnya. Dengan meningkatnya ancaman keamanan, TNI kini memfokuskan langkah pada perlindungan maksimal seluruh personel yang bertugas dalam misi perdamaian di kawasan tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....