Tiga TNI Gugur di Lebanon, Indonesia Desak PBB Gelar Rapat Darurat

  • 31 Mar 2026 21:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • 1. Tiga prajurit TNI yang tergabung dalam perdamaian dunia (UNIFIL) tewas dalam serangan di Lebanon
  • 2. Indonesia mendesak PBB menggelar rapat darurat Dewan Keamanan PBB
  • 3. Indonesia mengecam keras serangan dan menekankan pentingnya penghormatan terhadap keamanan dan keselamatan penjaga perdamaian PBB

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Luar Negeri Sugiono menghubungi Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres, menyusul gugurnya prajurit TNI di Lebanon. Langkah ini dilakukan sebagai respons cepat pemerintah Indonesia terhadap eskalasi situasi keamanan di wilayah tersebut.

Dalam percakapan tersebut, Indonesia mendesak PBB segera menggelar rapat darurat Dewan Keamanan PBB untuk membahas insiden yang menewaskan tiga personel penjaga perdamaian dunia asal Indonesia yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon.

Ketiga prajurit tersebut dilaporkan tewas akibat serangan yang diduga berasal dari Israel. Pemerintah Indonesia juga menuntut dilakukannya investigasi yang cepat, transparan, dan menyeluruh guna mengungkap penyebab serta pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

“Kami meminta dibentuknya rapat darurat Dewan Keamanan PBB. Kemudian proses investigasi yang cepat, menyeluruh, dan transparan," kata Sugiono seperti dalam keterangan pers yang diterima dari Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Selasa, 31 Maret 2026.

Dalam komunikasi tersebut, Menteri Sugiono juga mengapresiasi PBB yang berkoordinasi dengan Inodnesia untuk menyelidiki insiden tersebut. Menlu Sugiono juga mengapresiasi ucapan duka cita dari Sekjen PBB Gutteres.

Selain menghubungi Gutteres, Menlu Sugiono melakukan komunikasi melalui telepon dengan Menteri Luar Negeri Lebanon Yousef Raggi. Menlu Yousef menyampaikan kekhawatiran mendalam Indonesia atas serangan di Lebanon, termasuk insiden yang menewaskan personel penjaga perdamaian asal Indonesia.

Sugiono menyatakan Indonesia-Lebanon sepakat untuk berkoordinasi dalam merespons peristiwa tersebut. Pada kesempatan tersebut, Sugiono mengecam keras serangan dan menekankan pentingnya penghormatan terhadap keamanan dan keselamatan penjaga perdamaian PBB.

"Langkah-langkah tersebut dilakukan sembari mendukung upaya penurunan eskalasi tensi dan menjaga stabilitas regional. Kami mengecam keras serangan tersebut dan menggarisbawahi pentingnya menghormati keamanan dan keselamatan penjaga perdamaian PBB sesuai dengan hukum Internasional," kata Sugiono menegaskan.

Sebelumnya, serangan artileri menewaskan Praka Farizal Rhomadon, dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon Selatan, Minggu, 29 Maret 2026. Farizal merupakan personel penjaga perdamaian Indonesia yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Kemudian dua orang prajurit lainnya gugur pada Senin, 31 Maret 2026. Insiden terjadi di tengah eskalasi konflik antara Israel dan kelompok bersenjata di wilayah tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....