Menko Muhaimin Targetkan 500.000 PMI Terampil
- 04 Apr 2026 03:19 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar menargetkan 500.000 pekerja migran Indonesia (PMI) terampil
- Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar melepas sebanyak 200 pekerja migran Indonesia (PMI) terampil ke Jepang
- Arahan langsung Presiden Prabowo Subianto pada Rapat Kabinet 5 November 2025 silam
RRI.CO.ID, Tangerang - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar menargetkan 500.000 pekerja migran Indonesia (PMI) terampil. Hal tersebut arahan langsung Presiden Prabowo Subianto pada Rapat Kabinet 5 November 2025 silam.
"Akselerasi program nasional dan menjadi bagian dari persiapan implementasi SMK Go Global dengan target 500.000 PMI terampil. Dampak ekonomi signifikan dengan potensi kontribusi hingga Rp440 triliun terhadap PDB dalam lima tahun ke depan," ujar Menko Muhaimin di Bandara Soekarno-Hatta, Jumat 3 April 2026.
Muhaimin mengharapkan bukan saja PMI bekerja, tetapi juga meningkatkan kapasitas, belajar untuk terus memiliki kualitas dengan standar global. "Saya mengajak kepada semua SMK-SMK untuk terus mengejar kapasitas kualitas standar global itu, negara maju kekurangan tenaga kerja," ucapnya.
Maka, sambung Muhaimin, kesempatan buat anak-anak Indonesia untuk belajar meningkatkan kualitas dirinya. Tentu selain disupport melalui BUMN, CSR, pihaknya juga akan dorong melalui APBN.
Wakil Menteri P2MI, Dzulfikar Ahmad Tawalla menyatakan ekosistem penempatan PMI di Jepang itu salah satu favorit. "Ketika sampai di negara orang teruslah belajar, teruslah bekerja keras," kata dia.
Diketahui, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar melepas sebanyak 200 pekerja migran Indonesia (PMI) terampil ke Jepang. Kegiatan ini merupakan bagian dari transformasi nasional dalam menyiapkan Talenta Global Indonesia.
Menko Muhaimin mengatakan pemberangkatan kali ini melalui skema Specified Skilled Worker (SSW). Kegiatan ini merupakan bagian dari transformasi nasional dalam menyiapkan Talenta Global Indonesia menuju implementasi program SMK Go Global.
"Tahap pertama ini kita akan memberangkatkan sekitar 200-an lebih. Malam ini dimulai dari 50-an untuk berangkat ke Jepang dengan kontrak lima tahun," ujarnya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jumat 3 April 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....