Krisis Energi, Uni Eropa Imbau Warganya WFH dan Kurangi Kecepatan Kendaraan

  • 02 Apr 2026 16:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Dan Jorgensen mendesak warga Uni Eropa bekerja dari rumah, mengurangi kecepatan jalan tol, dan menggunakan transportasi umum untuk menghemat bahan bakar.
  • Eskalasi perang AS-Israel dengan Iran serta ketegangan di Selat Hormuz mengganggu arus energi dan memicu kelangkaan pasokan global.
  • Gangguan pasokan menyebabkan kenaikan harga minyak, biaya pengiriman, dan asuransi, sehingga UE mendorong langkah efisiensi energi untuk mengurangi dampak krisis.

RRI.CO.ID, Brussel - Uni Eropa (UE) menghadapi krisis energi yang semakin dalam di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah. Komisaris Energi UE, Dan Jorgensen, mendesak warga Eropa untuk bekerja dari rumah (Work From Home/WFH) jika memungkinkan.

Melansir dari Anadolu, ia juga menyarankan pengurangan batas kecepatan di jalan tol guna menghemat bahan bakar. Imbauan tersebut disampaikan pada Selasa, 31 Maret 2026 setelah pertemuan luar biasa para menteri energi UE.

Jorgensen mengatakan kondisi energi tidak akan kembali normal dalam waktu dekat dan menilai dampak krisis akan berlangsung cukup lama. Menurutnya, masyarakat perlu menghemat penggunaan minyak, terutama diesel dan bahan bakar jet.

Ia menegaskan bahwa semakin banyak penghematan yang dilakukan, semakin baik kondisi energi kawasan. Ia juga merujuk rekomendasi dari Badan Energi Internasional (IEA) yang mencakup kerja dari rumah jika memungkinkan.

Selain itu, batas kecepatan jalan tol disarankan dikurangi sebesar 10 kilometer per jam. Penggunaan transportasi umum juga didorong untuk menekan konsumsi energi.

Negara anggota UE juga diminta menerapkan penggunaan mobil pribadi secara bergiliran, serta program berbagi kendaraan turut dianjurkan. Praktik berkendara efisien juga disarankan untuk mengurangi konsumsi bahan bakar.

Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat membantu mengatasi tekanan pasokan energi. Krisis energi dipicu konflik di Timur Tengah, termasuk perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran.

Ketegangan di Selat Hormuz turut mengganggu arus energi regional, sehingga menyebabkan kelangkaan pasokan energi. Tekanan harga energi pun meningkat di seluruh dunia.

Penutupan efektif jalur tersebut mendorong kenaikan harga minyak serta biaya pengiriman dan asuransi. Situasi ini meningkatkan kekhawatiran terhadap ekonomi global.

Para pejabat UE menilai langkah penghematan energi perlu segera diterapkan. Kebijakan tersebut diharapkan dapat mengurangi dampak krisis.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....