Australia Pangkas Cukai Bahan Bakar, Dorong Transportasi Umum
- 31 Mar 2026 20:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Perdana Menteri Anthony Albanese memangkas cukai bahan bakar hingga setengah, menghemat 26 sen per liter bagi pengendara untuk meringankan tekanan masyarakat akibat lonjakan harga bahan bakar.
- Pemerintah meluncurkan rencana empat tahap untuk mengelola krisis bahan bakar; perencanaan, memastikan distribusi tetap lancar, melindungi layanan kritis, serta mendorong warga menggunakan transportasi umum dan mengurangi konsumsi.
- Pemerintah juga meminta Australian Competition and Consumer Commission memantau harga SPBU agar pemotongan cukai benar-benar mengurangi biaya bagi konsumen.
RRI.CO.ID, Canberra — Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, memangkas cukai bahan bakar hingga setengah. Langkah ini meringankan tekanan masyarakat dengan menghemat 26 sen per liter bagi pengendara mobil.
Pemerintah juga mendorong warga menggunakan transportasi umum guna mengurangi konsumsi bahan bakar. Keputusan ini diambil setelah rapat kabinet nasional pada Senin, 30 Maret 2026, dilansir dari The Guardian.
Biaya jalan kendaraan berat dikurangi menjadi nol selama tiga bulan untuk mendukung sopir truk dan menjaga distribusi logistik tetap lancar. Rencana keamanan bahan bakar nasional terdiri dari empat tahap untuk mengelola krisis.
Tahapan tersebut dimulai dari perencanaan hingga memastikan layanan kritis tetap beroperasi saat pasokan terganggu. Pemotongan cukai mulai berlaku pada 1 April hingga 30 Juni 2026, dari 52,6 sen menjadi 26,3 sen per liter.
Albanese menyatakan langkah ini penting karena warga Australia berada di bawah tekanan tinggi akibat lonjakan harga bahan bakar. Menteri Keuangan Jim Chalmers memperkirakan pemotongan cukai dan biaya jalan kendaraan berat menelan biaya $2,55 miliar (Rp43,3 triliun).
Pemimpin oposisi Angus Taylor sebelumnya meminta pemotongan hingga setengah cukai, yang diperkirakan menelan biaya $1,5 miliar (Rp25,5 triliun). Para ekonom memperingatkan bahwa pemotongan cukai cenderung lebih menguntungkan warga kaya.
Selain itu, harga bensin yang lebih murah dapat meningkatkan permintaan dan menekan inflasi. Chalmers meminta Australian Competition and Consumer Commission memantau harga di SPBU agar sejalan dengan pemotongan cukai.
Pemerintah mengklaim pemotongan ini akan menghemat hampir $19 (Rp323.397) untuk tangki 65 liter. Kabinet nasional juga menyetujui rencana keamanan bahan bakar dengan empat tingkat kesiagaan.
Tingkat saat ini fokus pada kerja sama dengan mitra dagang untuk mengamankan pasokan. Sementara itu, pemerintah negara bagian mengumpulkan data dan mempertimbangkan reformasi regulasi transportasi.
Warga dianjurkan hanya membeli bahan bakar sesuai kebutuhan dan membuat pilihan sukarela untuk mengurangi konsumsi. Pada tingkat lebih tinggi, pemerintah dapat menerapkan langkah sukarela membatasi penggunaan bahan bakar.
Albanese menekankan warga harus mempertimbangkan transportasi umum untuk menghemat bahan bakar. Kelompok bisnis meminta dukungan agar bisa mempertahankan karyawan dan menjaga arus kas di tengah kenaikan harga.
Sektor pertanian, transportasi, dan pekerja perawatan juga terdampak dari lonjakan biaya bahan bakar. Pemerintah berupaya memastikan distribusi bahan bakar tetap stabil sambil mendorong penghematan melalui transportasi umum dan langkah sukarela warga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....