Australia Gratiskan Transportasi Umum akibat Lonjakan Harga BBM
- 30 Mar 2026 13:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Dua negara bagian Australia, Victoria dan Tasmania, menggratiskan transportasi umum untuk meredam dampak kenaikan harga bahan bakar akibat konflik Timur Tengah.
- Kebijakan tersebut tidak diikuti New South Wales yang mencakup Sydney. Pemerintah daerah memilih menyimpan dana untuk mengantisipasi lonjakan permintaan transportasi umum di tengah kenaikan harga bensin.
- Lonjakan harga energi global mendorong berbagai langkah penghematan, termasuk imbauan kerja dari rumah dan pembatasan aktivitas ekonomi.
RRI.CO.ID, Victoria - Dua negara bagian Australia menggratiskan transportasi umum sebagai respons kenaikan harga bahan bakar akibat perang di Timur Tengah. Kebijakan tersebut diambil oleh Victoria dan Tasmania untuk mendorong masyarakat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.
Dilansir BBC, Senin, 30 Maret 2026, Victoria memberlakukan perjalanan gratis sepanjang April, sementara Tasmania menerapkannya hingga akhir Juni. Langkah ini tidak diikuti oleh New South Wales.
Wilayah yang mencakup Sydney itu memilih menyimpan dana untuk menghadapi peningkatan permintaan transportasi umum. Perdana Menteri Australia Anthony Albanese berupaya menenangkan publik karena pembelian panik dan kekosongan stok di sejumlah stasiun pengisian.
Sementara itu, Perdana Menteri Victoria Jacinta Allan mengumumkan layanan kereta, trem, dan bus digratiskan untuk mengurangi tekanan pada konsumsi bensin. Pemerintah Tasmania juga menggratiskan layanan feri serta bus sekolah berbayar untuk membantu anggaran keluarga.
Kebijakan tersebut disampaikan oleh Perdana Menteri Tasmania Jeremy Rockliff. Namun, negara bagian lain belum mengambil langkah serupa.
Menteri transportasi New South Wales John Graham menyatakan situasi kenaikan harga bahan bakar diperkirakan berlangsung lebih lama. Data Australian Institute of Petroleum menunjukkan harga bensin rata-rata mencapai 2,38 dolar Australia (Rp27.768) per liter.
Pemerintah menyebut kenaikan harga dipicu lonjakan harga minyak global, bukan masalah pasokan. Kenaikan biaya energi juga mendorong sejumlah negara lain menerapkan kebijakan penghematan.
Beberapa pemerintah mulai membatasi aktivitas ekonomi dan mendorong kerja dari rumah. Bahkan, Filipina menetapkan keadaan darurat nasional sebagai respons terhadap dampak kenaikan harga bahan bakar global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....