Serangan Israel ke Lebanon Selatan Tewaskan 51 Petugas Kesehatan
- 30 Mar 2026 17:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Serangan Israel ke Lebanon Selatan dalam perang dengan Hizbullah, telah menewaskan 51 petugas kesehatan setempat.
- Operasi militer Israel yang meluas di Lebanon Selatan telah mengakibatkan kematian seorang petugas kesehatan. Minggu, 29 Maret 2026.
- WHO menyebut petugas kesehatan dilindungi oleh hukum humaniter internasional dan tidak boleh menjadi sasaran.
RRI.CO.ID, Jenewa - Serangan Israel ke Lebanon Selatan dalam perang dengan Hizbullah, telah menewaskan 51 petugas kesehatan setempat. Kata Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedhros Adhanom Ghebreyesus dalam unggahannya di X, Minggu, 29 Maret 2026.
“Sebelum serangan hari ini, @WHO telah memverifikasi bahwa 51 petugas kesehatan Lebanon telah tewas sejak 2 Maret. Termasuk sembilan paramedis kemarin,” ujarnya menegaskan.
Ghebreyesus menyebut, operasi militer Israel yang meluas di Lebanon Selatan telah mengakibatkan kematian seorang petugas kesehatan. Minggu, 29 Maret 2026. “Seorang paramedis tewas dalam serangan terhadap ambulans di Bint Jbeil, selain itu sebuah gudang medis di kota yang sama hancur dalam serangan tersebut,” ucapnya memaparkan.
Ia menegaskan, serangan terhadap fasilitas kesehatan harus segera dihentikan. Serta, menyebut petugas kesehatan dilindungi oleh hukum humaniter internasional dan tidak boleh menjadi sasaran.
“Ini tidak boleh menjadi hal yang biasa, petugas kesehatan dilindungi oleh hukum humaniter internasional dan tidak boleh menjadi sasaran. Perdamaian adalah obat terbaik,” kata Kepala WHO menekankan.
Sementara, di hari yang sama seorang personel penjaga perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) Indonesia gugur di Lebanon Selatan. Setelah serangan artileri tidak langsung mengenai posisi kontingen Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr.
Dalam serangan itu turut menyebabkanbtiga personel UNIFIL lainnya terluka. Sementara, Kemlu RI menyebut Indonesia mengecam keras insiden itu dan menyerukan dilakukannya penyelidikan yang menyeluruh dan transparan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....