UNIFIL Luncurkan Penyelidikan Gugurnya Personel Indonesia di Lebanon Selatan
- 30 Mar 2026 14:56 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) mulai melakukan penyelidikan, atas gugurnya personel penjaga perdamaian Indonesia di Lebanon Selatan.
- UNIFIL dalam pernyataannya juga menyerukan kepada semua pihak untuk menjunjung tinggi kewajiban berdasarkan hukum internasional.
- UNIFIL menegaskan, serangan yang disengaja terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat.
RRI.CO.ID, Beirut - United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) mulai melakukan penyelidikan, atas gugurnya personel penjaga perdamaian Indonesia di Lebanon Selatan. Seorang personel penjaga perdamaian Indonesia gugur setelah serangan artileri tidak langsung, mengenai posisi kontingen Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr pada tanggal 29 Maret 2026.
“Kami tidak mengetahui asal proyektil tersebut. Kami telah meluncurkan penyelidikan untuk menentukan semua keadaan yang terjadi,” demikian pernyataan UNIFIL, Senin, 30 Maret 2026.
UNIFIL dalam pernyataannya juga menyerukan kepada semua pihak untuk menjunjung tinggi kewajiban berdasarkan hukum internasional. Serta, untuk memastikan keselamatan dan keamanan personel dan properti PBB setiap saat.
Termasuk dengan menahan diri dari tindakan yang dapat membahayakan pasukan penjaga perdamaian. UNIFIL menegaskan, serangan yang disengaja terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat.
Yaitu, terhadap hukum humaniter internasional dan Resolusi Dewan Keamanan 1701, dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang. “Terlalu banyak nyawa telah hilang di kedua sisi Garis Biru dalam konflik ini, tidak ada solusi militer, kekerasan harus diakhiri,” tegas UNIFIL dalam pernyataannya.
Secara khusus UNIFIL menekankan, tidak seorang pun seharusnya kehilangan nyawa dalam menjalankan tugas demi perdamaian. UNIFIL juga menyampaikan belasungkawa atas gugurnya personel penjaga perdamaian Indonesia.
“UNIFIL menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga, teman, dan kolega penjaga perdamaian yang kehilangan nyawanya saat dengan berani menjalankan tugasnya. Doa dan harapan kami juga bersama penjaga perdamaian yang terluka, yang saat ini dirawat di rumah sakit dengan luka serius,” tutup pernyataan UNIFIL.
Sementara, Indonesia mengecam keras serangan Israel di Lebanon Selatan. Kata Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, dalam pernyataan tertulis kepada RRI, Senin, 30 Maret 2026.
Yvonne menyebut, Indonesia juga menyerukan kepada seluruh pihak untuk menghormati kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon. Serta, mendesak menghentikan serangan yang membahayakan warga dan infrastruktur sipil.
“Serta kembali pada dialog dan diplomasi guna mencegah eskalasi lebih lanjut dan mewujudkan perdamaian. Indonesia terus berkoordinasi erat dengan PBB dan otoritas terkait, dan akan terus memantau perkembangan situasi secara seksama," ujar Yvonne menegaskan.
Serangan Israel ke Lebanon Selatan berdampak pada gugurnya seorang personel penjaga perdamaian Indonesia yang bertugas di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Setelah serangan artileri tidak langsung mengenai posisi kontingen Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr pada tanggal 29 Maret 2026.
Yvonne menjelaskan, insiden terjadi di tengah laporan saling serang antara militer Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon selatan. "Indonesia mengecam keras insiden tersebut dan menyerukan dilakukannya penyelidikan yang menyeluruh dan transparan," ucap Yvonne menekankan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....