Fakta-Fakta Aksi Protes ‘No Kings’ Amerika Serikat
- 30 Mar 2026 11:14 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Gelombang protes “No Kings” terhadap Presiden Donald Trump berlangsung serentak dengan lebih dari 3.000 aksi dan diikuti sekitar delapan juta peserta di Amerika Serikat serta sejumlah negara lain.
- Demonstrasi diselenggarakan oleh kelompok progresif seperti Indivisible, 50501, dan MoveOn, dengan fokus pada berbagai isu termasuk imigrasi, hak pilih, biaya kesehatan, dan konflik Iran.
- Di negara monarki, slogan “No Kings” diganti menjadi “No Tyrants” atau “No Dictators” untuk menghindari salah tafsir domestik, sekaligus menegaskan bahwa protes tetap ditujukan pada politik Amerika Serikat.
RRI.CO.ID, Washington — Gelombang demonstrasi bertajuk “No Kings” berlangsung serentak pada Sabtu, 28 Maret 2026. Aksi protes tersebut terjadi di berbagai wilayah Amerika Serikat dan sejumlah negara lain.
Aksi ini ditujukan untuk mengecam kebijakan Presiden Donald Trump serta mengekspresikan ketidakpuasan terhadap pemerintahannya. Berikut sejumlah fakta penting terkait protes tersebut, dilansir dari New York Times dan The Guardian.
- Ribuan Demonstrasi di AS hingga Berbagai Negara
Lebih dari 3.000 aksi “No Kings” direncanakan berlangsung di kota-kota dan daerah di seluruh Amerika Serikat. Demonstrasi juga akan meluas ke berbagai negara, menunjukkan skala mobilisasi yang besar.
Aksi protes “No Kings” pada hari Sabtu lalu menarik 8 juta peseta dari berbagai wilayah di AS dan berbagai negara. Penyelenggara mengatakan bahwa aksi kali ini menarik peserta lebih banyak dibandingkan dua protes sebelumnya.
- Diselenggarakan oleh Kelompok Progresif
Aksi ini disusun oleh berbagai kelompok nasional dan lokal, termasuk Indivisible, 50501, dan MoveOn. Penyelenggara menyediakan pelatihan daring terkait keselamatan, keamanan, dan de-eskalasi.
- Fokus pada Beberapa Isu
Protes “No Kings” tidak mengangkat satu isu tunggal, melainkan menyatukan berbagai keluhan terhadap pemerintah federal. Isu yang diangkat mencakup kebijakan imigrasi, hak pilih, biaya layanan kesehatan, hingga kritik terhadap konflik di Iran.
- Sudah Tiga Kali Digelar dalam Setahun
Protes pada Sabtu lalu menjadi aksi ‘No Kings’ ketiga, aksi pertama pada Juni 2025 bertepatan dengan parade militer di Washington. Demonstrasi kedua pada Oktober 2025 disebut menarik jutaan peserta di seluruh 50 negara bagian.
- “No Kings” Diganti “No Tyrants” di Negara Monarki
Protes “No Kings” meluas ke berbagai negara, termasuk di Eropa dan wilayah lain. Namun, di negara yang masih memiliki monarki, para penyelenggara melakukan penyesuaian slogan agar tidak menimbulkan kebingungan politik domestik.
Banyak pengunjuk rasa menggunakan slogan “No Tyrants” atau “No Dictators” sebagai pengganti “No Kings”.Perubahan tersebut dilakukan untuk memastikan fokus tetap tertuju pada politik Amerika Serikat dan kritik terhadap pemerintahan Trump.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....