Fenomena Langit Merah Darah di Australia Barat Viral, Dipicu Siklon Tropis Narelle
- 30 Mar 2026 12:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Langit di Australia Barat berubah merah pekat akibat dampak Siklon Tropis Narelle yang membawa debu ke atmosfer.
- Fenomena ini viral di media sosial karena tampilannya yang dramatis dan disebut menyerupai suasana apokaliptik
- Secara ilmiah, warna merah muncul karena hamburan cahaya dan partikel debu yang memperkuat warna merah dan oranye di langit.
RRI.CO.ID, Jakarta - Fenomena langit merah darah yang muncul di Australia Barat menarik perhatian publik dan viral di media sosial. Peristiwa ini terjadi akibat dampak dari Siklon Tropis Narelle yang membawa debu dalam jumlah besar ke atmosfer.
Pada Jumat, 27 Maret 2026, langit di wilayah seperti Shark Bay dan Pilbara berubah menjadi merah pekat. Pemandangan tersebut membuat banyak warga merasa seperti berada di film fiksi ilmiah karena tampilannya yang tidak biasa.
Fenomena ini bukan hasil efek kamera atau manipulasi visual. Warna langit yang dramatis muncul secara alami akibat kombinasi kondisi cuaca ekstrem dan partikel debu di udara.
Siklon Tropis Narelle sendiri dilaporkan membawa angin kencang dan hujan deras, bahkan sempat menghantam daratan Australia hingga beberapa kali. Menjelang kedatangannya, langit sudah terlihat memerah dengan garis-garis warna oranye yang mencolok.
Sejumlah video yang beredar di internet memperlihatkan suasana yang disebut warganet terasa “apokaliptik”. Salah satu unggahan dari kawasan Shark Bay bahkan menggambarkan kondisi sekitar yang dipenuhi debu dengan suasana terasa mencekam.
Melansir dari Fox Weather, secara ilmiah, perubahan warna ini berkaitan dengan cara cahaya matahari tersebar di atmosfer. Saat matahari berada di dekat horizon, cahaya harus melewati lapisan atmosfer yang lebih tebal.
Warna biru yang memiliki panjang gelombang lebih pendek akan lebih mudah tersebar dan hilang. Sementara itu, warna merah dan oranye dengan panjang gelombang lebih panjang tetap terlihat dan menjadi dominan.
Kondisi semakin diperkuat oleh banyaknya partikel debu yang terbawa angin siklon. Debu ini memicu fenomena yang disebut Mie scattering, yang membuat warna merah dan oranye tampak lebih intens.
Fenomena serupa sebenarnya pernah terjadi di berbagai wilayah lain, termasuk saat badai musim dingin di Amerika Serikat. Langit merah di pagi hari bahkan sering dianggap sebagai tanda alami akan datangnya cuaca buruk.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....