Ulas Fakta Menarik di Balik Prajurit Terakota Penjaga Makam Kaisar Qin
- 29 Mar 2026 11:36 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Prajurit Terakota ditemukan secara tidak sengaja oleh petani di Xi’an pada 29 Maret 1974.
- Ribuan patung prajurit dibuat untuk melindungi makam Kaisar Qin Shi Huang di alam baka, dengan setiap figur memiliki wajah dan detail yang berbeda.
RRI.CO.ID, Xi’an – Prajurit Terakota merupakan salah satu penemuan arkeologi paling terkenal di dunia. Ribuan patung prajurit berukuran manusia ini ditemukan di dekat makam Kaisar Qin Shi Huang.
Kaisar Qin Shi Huang merupakan kaisar pertama yang mempersatukan Tiongkok lebih dari dua ribu tahun lalu. Penemuan tersebut tidak hanya mengungkap kemegahan peradaban kuno, tetapi juga berbagai fakta menarik di balik pembuatannya.
Penemuan pasukan patung tanah liat ini terjadi secara tidak sengaja pada 29 Maret 1974. Saat itu, petani bernama Yang Zhifa menemukan pecahan tembikar saat menggali sumur di wilayah Xi’an.
Temuan tersebut kemudian mengarah pada penemuan kompleks makam besar yang menyimpan ribuan prajurit terakota. Sejak saat itu, para arkeolog telah menggali lebih dari 2 ribu patung prajurit dan kuda dari tiga lubang pemakaman utama.
Namun, para peneliti memperkirakan masih ada sekitar 6 ribu patung lainnya yang belum digali di bawah tanah. Skala penemuan yang sangat besar ini membuat banyak orang menjuluki pasukan tersebut sebagai “keajaiban dunia kedelapan”.
Menariknya, tidak ada dua patung prajurit yang benar-benar sama. Setiap figur memiliki wajah, gaya rambut, pakaian, dan ekspresi berbeda.
Patung ini menggambarkan berbagai pangkat militer seperti pemanah, prajurit infanteri, jenderal, hingga penunggang kuda. Susunan patung-patung itu dibuat menyerupai formasi pasukan sungguhan.
Pasukan tersebut dibuat sebagai bagian dari ambisi Kaisar Qin Shi Huang untuk memiliki kerajaan di kehidupan setelah kematian. Ia membangun kompleks makam raksasa lengkap dengan istana bawah tanah, kereta perang, kuda.
Bahkan, ia juga membuat berbagai figur hiburan seperti musisi dan akrobat untuk menemaninya di alam baka. Awalnya, patung-patung prajurit itu juga tidak berwarna tanah seperti yang terlihat saat ini.
Setelah dibakar di tungku besar, setiap patung dilapisi pernis dan dicat dengan warna cerah. Pelapisan ini juga menunjukkan perbedaan pangkat dan detail pakaian militer.
Selain itu, para prajurit tersebut juga dilengkapi senjata asli dari perunggu seperti pedang, tombak, dan anak panah. Lebih dari 40 ribu senjata ditemukan, meski diyakini dibuat khusus untuk pemakaman dan tidak pernah digunakan dalam pertempuran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....