Sekretariat Jenderal OKI Kutuk Perampasan 15 Rumah di Silwan oleh Zionis Israel
- 28 Mar 2026 22:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sekretariat Jenderal Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengecam keras perampasan 15 rumah di Kota Silwan, Yerussalem yang diduduki.
- Sekretariat Jenderal OKI menegaskan semua keputusan pendudukan Israel, skema aneksasi dan pemukiman atas Tepi Barat yang diduduki adalah batal dan tidak sah.
- Sejumlah laporan media Palestina mengaitkan pengosongan ini dengan rencana pemerintah kota Israel untuk membangun kawasan wisata.
RRI.CO.ID, Jeddah - Sekretariat Jenderal Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengecam keras perampasan 15 rumah di Kota Silwan, Yerussalem yang diduduki. Termasuk, melakukan pengusiran paksa keluarga Palestina dari rumah-rumah tersebut, sebagai persiapan untuk menyerahkannya kepada asosiasi pemukiman.
“Sekretariat Jenderal OKI memperingatkan tentang keseriusan tindakan ilegal ini, yang merupakan peningkatan dalam kebijakan pembersihan etnis dan pengusiran paksa. Yang dilakukan otoritas pendudukan Israel yang bertujuan mengubah identitas Arab, keberadaan Palestina, dan situasi demografis di Al-Quds (Yerusalem) yang diduduki,” demikian pernyataan Sekretariat Jenderal OKI, Sabtu, 28 Maret 2026.
Sekretariat Jenderal OKI menegaskan semua keputusan pendudukan Israel, skema aneksasi dan pemukiman atas Tepi Barat yang diduduki adalah batal dan tidak sah. Termasuk, upaya memaksakan dugaan kedaulatan Israel atas Tepi Barat tidak memiliki legitimasi berdasarkan ketentuan hukum internasional dan resolusi PBB yang relevan.
“Mereka juga memperbarui seruan mereka kepada komunitas internasional, khususnya Dewan Keamanan PBB, untuk memikul tanggung jawabnya. Dan, menghentikan semua pelanggaran dan kejahatan yang dilakukan oleh pendudukan Israel di Wilayah Palestina yang Diduduki,” tutup pernyataan Sekretariat Jenderal OKI.
Zionis Israel gencar merebut permukiman di kawasan Batn al-Hawa di Silwan yang terletak tidak jauh dari kompleks Masjid Al-Aqsa dalam beberapa bulan terakhir. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk mengosongkan kawasan Palestina di sekitar Al-Aqsa dan menggantinya dengan pemukim baru.
Sejumlah laporan media Palestina mengaitkan pengosongan ini dengan rencana pemerintah kota Israel untuk membangun kawasan wisata. Kawasan itu dikenal sebagai “Taman Raja” di Al-Bustan.
Puluhan rumah warga telah dibongkar untuk proyek tersebut. Hingga Februari 2026, setidaknya 35 rumah dilaporkan telah dihancurkan, sementara puluhan lainnya masih menunggu eksekusi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....