Indonesia Paparkan Upaya Pelindungan Anak pada Konferensi di Brasil
- 28 Mar 2026 19:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indonesia terus perkuat upaya lawan perekrutan dan eksploitasi anak oleh kelompok kriminal bersenjata dan kriminal terorganisir.
- Dubes Andhika mengungkapkan, berangkat dari tragedi Surabaya 2018, Indonesia telah mengubah pendekatan yang sebelumnya bersifat sektoral dan represif.
- Menurut Dubes Andhika, Indonesia dan Brasil memiliki peluang strategis untuk memperdalam kolaborasi transformatif dalam memperkuat perlindungan anak.
RRI.CO.ID, Rio de Janeiro - Indonesia terus memperkuat upaya untuk melawan perekrutan dan eksploitasi anak oleh kelompok kriminal bersenjata maupun kriminal terorganisir. Hal tersebut disampaikan Dubes RI Rio de Janeiro, Andhika Chrisnayudhanto saat menghadiri konferensi tentang Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan terhadap Anak dan Remaja.
Konferensi tingkat tinggi ini diselenggarakan Kantor PBB Urusan Obat-obatan dan Kejahatan (UNODC). Serta, bekerja sama dengan Kementerian Kehakiman dan Keamanan Publik Brasil.
“Indonesia terus perkuat upaya lawan perekrutan dan eksploitasi anak oleh kelompok kriminal bersenjata dan kriminal terorganisir. Termasuk kelompok terorisme,” ujar Dubes Andhika dalam konferensi yang memfokuskan pada pelindungan anak dalam konteks kejahatan terorganisasi pada 23 – 24 Maret 2026 di Rio de Janeiro, Brasil.
Dubes Andhika mengungkapkan, berangkat dari tragedi Surabaya 2018, Indonesia telah mengubah pendekatan yang sebelumnya bersifat sektoral dan represif. Kini menjadi strategi yang berpusat pada perlindungan anak, berbasis hak, serta fokus pada rehabilitasi dan reintegrasi.
Sementara, melalui kemitraan dengan UNODC, Indonesia juga terus memperkuat kerangka kebijakan dan meningkatkan kapasitas nasional. Serta, menyelenggarakan pelatihan bagi lebih dari 400 pemangku kepentingan lintas sektor.
“Upaya ini diperluas hingga ke tingkat komunitas, melibatkan 17 sekolah, 46 konselor, dan menjangkau lebih dari 15.000 anak. Serta, lebih dari 150.000 individu lewat kampanye #AmbilAndil,” ucapnya.
“Indonesia juga mainkan peran aktif di tingkat regional dan global, termasuk lewat Bali Call for Action dan resolusi PBB yang tegaskan pentingnya pelindungan dan pencegahan. Serta, rehabilitasi anak. Komitmen ini tegaskan bahwa keamanan dan hak anak harus berjalan beriringan.”
Menurut Dubes Andhika, Indonesia dan Brasil memiliki peluang strategis untuk memperdalam kolaborasi transformatif dalam memperkuat perlindungan anak. “Melalui pertukaran praktik baik, penguatan kapasitas, serta kemitraan yang berorientasi pada dampak berkelanjutan di tingkat regional maupun global,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....