Indonesia dan Sao Tome dan Principe Tandatangani Perjanjian Bebas Visa

  • 28 Mar 2026 19:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indonesia dan Sao Tome dan Principe resmi menandatangani Perjanjian Bebas Visa bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas.
  • Indonesia dan Sao Tome dan Principe juga sepakat untuk mendorong kerja sama yang lebih erat di tingkat bilateral
  • Wamenlu Tata mengharapkan Sao Tome dan Principe mendukung pencalonan Indonesia di Dewan Keamanan PBB.

RRI.CO.ID, Malabo - Indonesia dan Sao Tome dan Principe resmi menandatangani Perjanjian Bebas Visa bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas. Hal ini menegaskan komitmen kedua negara mempererat hubungan bilateral.

Kesepakatan ini akan menjadi pembuka jalan intensifikasi kerja sama di berbagai sektor strategis. Kata Wakil Menlu RI, Arrmantha Nasir saat penandatanganan MoU dengan Menlu Sao Tome dan Principe, Ilza Amado Vaz, Jumat, 27 Maret 2026, di Ibu Kota Malabo.

Penandatanganan MoU dilakukan saat pertemuan bilateral Wamenlu Tata dan Menlu Vaz. Adapun pertemuan keduanya dilaksanakan di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi Organization of African, Caribbean, and Pacific States (KTT OACPS) ke-11.

Wamenlu RI menyampaikan apresiasi atas kesamaan visi sebagai sesama negara kepulauan dalam penguatan kerja sama kelautan dan tata kelola maritim. Hal ini tercermin dengan kehadiran Perdana Menteri Sao Tome dan Principe pada KTT Archipelagic and Island States (AIS) Forum di Bali pada 11 Oktober 2023.

Indonesia dan Sao Tome dan Principe juga sepakat untuk mendorong kerja sama yang lebih erat di tingkat bilateral. Fokus kerja sama meliputi penjajakan mekanisme konsultasi bilateral, peningkatan perdagangan dan investasi, serta penguatan kerja sama pembangunan.

Kedua pihak juga menegaskan pentingnya koordinasi dalam berbagai fora internasional guna mendorong tata kelola global yang lebih inklusif dan berkeadilan. Pada kesempatan itu Wamenlu Tata mengharapkan Sao Tome dan Principe mendukung pencalonan Indonesia di Dewan Keamanan PBB.

“Kami mengharapkan dukungan Sao Tome dan Principe terhadap pencalonan Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB periode 2029-2030. Serta, dalam mendorong terwujudnya Preferential Trade Agreement (PTA) antara Indonesia dan ECOWAS,” ujar Wamenlu Tata.

Sebagai mitra di kawasan Afrika Barat, Sao Tome dan Principe memiliki peran penting sebagai salah satu sumber impor kakao Indonesia. Selain itu, peluang kerja sama juga terbuka luas di sektor energi, khususnya minyak dan gas, serta pengembangan manajemen pariwisata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....