Jepang Lepas Cadangan Minyak Dampak Konflik Timteng
- 28 Mar 2026 14:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Jepang mulai melepaskan cadangan minyak negara, termasuk stok setara 30 hari kebutuhan domestik dan tambahan dari cadangan bersama dengan Uni Emirat Arab, untuk meredam dampak konflik Timur Tengah.
- Perdana Menteri Sanae Takaichi meminta IEA melalui Fatih Birol menyiapkan pelepasan cadangan tambahan, setelah negara anggota IEA sepakat melepas 400 juta barel minyak.
- Pemerintah Jepang juga memutuskan melepas sekitar 80 juta barel—terbesar dalam sejarah—serta memberikan subsidi bensin untuk menekan harga di tengah ketergantungan tinggi pada impor minyak Timur Tengah.
RRI.CO.ID, Tokyo — Jepang mulai melepaskan cadangan minyak negara untuk meredam dampak konflik Timur Tengah terhadap perekonomiannya. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap pasokan energi dan melonjaknya harga minyak global.
Jepang melepas minyak setara 30 hari kebutuhan domestik, setelah sebelumnya menggunakan cadangan sektor swasta yang setara 15 hari kebutuhan. Pemerintah juga berencana menjual sekitar 8,5 juta kiloliter minyak dari 11 fasilitas penyimpanan nasional.
Selain itu, Jepang memanfaatkan cadangan bersama dengan negara-negara Timur Tengah, termasuk Uni Emirat Arab. Pasokan tambahan tersebut setara lima hari kebutuhan dan akan disalurkan kepada distributor domestik, dilansir dari Xinhua, Sabtu, 28 Maret 2026.
Perdana Menteri Sanae Takaichi juga bertemu dengan Direktur Eksekutif Badan Energi Internasional (IEA), Fatih Birol. Ia meminta lembaga tersebut menyiapkan pelepasan cadangan tambahan jika krisis berlanjut.
Sebelumnya, 32 negara anggota IEA telah menyepakati pelepasan terkoordinasi sebesar 400 juta barel minyak. Jepang sangat bergantung pada Timur Tengah untuk lebih dari 90 persen impor minyaknya, sehingga penutupan Selat Hormuz memperburuk situasi.
Gangguan tersebut mendorong kenaikan tajam harga minyak mentah dan bensin eceran di dalam negeri. Pemerintah memutuskan melepas sekitar 80 juta barel minyak untuk mengatasi krisis energi.
Jumlah tersebut menjadi pelepasan terbesar dalam sejarah negara itu dan setara 45 hari konsumsi domestik. Sejak sistem cadangan diperkenalkan pada 1970-an, ini menjadi kali ketujuh Jepang menggunakannya.
Hingga akhir 2025, cadangan minyak Jepang tercatat setara 254 hari kebutuhan domestik. Selain memanfaatkan cadangan minyak, pemerintah juga kembali memberikan subsidi bensin untuk menekan harga bahan bakar bagi konsumen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....