Perang Timteng, PM Anwar-Presiden Prabowo Sepakat Intensifkan Upaya Diplomatik

  • 27 Mar 2026 20:11 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Perdana Menteri (PM) Malaysia, Anwar Ibrahim bertemu Presiden Prabowo Subianto, di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 27 Maret 2026, sore.
  • Kehadiran PM Anwar memenuhi undangan dari Presiden Prabowo guna membahas situasi di kawasan akibat perang antara Iran dengan Israel dan Iran.
  • Kedua negara juga disebut sepakat untuk mengintensifkan upaya diplomatik untuk meredakan konflik.

RRI.CO.ID, Jakarta - Perdana Menteri (PM) Malaysia, Anwar Ibrahim bertemu Presiden Prabowo Subianto, di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 27 Maret 2026, sore. Kehadiran PM Anwar memenuhi undangan dari Presiden Prabowo guna membahas situasi di kawasan akibat perang antara Iran dengan Israel dan Iran.

PM Anwar mengungkapkan, pertemuan bermakna dengan Presiden Prabowo tersebut membuka ruang konstruktif dalam menemukan titik temu. Yaitu, dalam mengatasi konflik yang kini mengancam keamanan energi dan stabilitas ekonomi global.

PM Anwar mengatakan, Malaysia dan Indonesia menekankan perlunya memperkuat integrasi regional berprinsip dalam menghadapi meningkatnya ketidakpastian global. Khususnya, untuk menjaga perdamaian, memastikan stabilitas, dan memperkuat ketahanan ekonomi demi kesejahteraan rakyat.

Kedua negara juga disebut sepakat untuk mengintensifkan upaya diplomatik untuk meredakan konflik. Demikian pernyataan PM Anwar dalam keterangan tertulis yang diterima RRI.

“Kami sepakat untuk mengintensifkan upaya diplomatik untuk meredakan konflik, melindungi nyawa warga sipil, dan membuka ruang untuk negosiasi menuju solusi damai dan langgeng. Pada saat yang sama, keberlanjutan rantai pasokan global dan jalur perdagangan strategis, termasuk Selat Hormuz harus dipastikan,” ujar PM Anwar menekankan.

Pada kesempatan itu, PM Anwar turut menyampaikan interaksinya dengan para mitra kepemimpinan internasional. Sebagai upaya menyatakan solidaritas, mengoordinasikan pandangan, dan meneliti dampak global, terutama dalam aspek energi dan keamanan regional.

PM Anwar menegaskan, Malaysia tetap teguh pada pendiriannya yaitu menolak kekerasan dan menjunjung tinggi hukum internasional. Serta, mendesak semua pihak untuk kembali ke jalan perdamaian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....