Turki Tawarkan Mediasi Konflik Amerika Serikat dan Iran
- 04 Feb 2026 15:56 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Ankara — Turki berencana menawarkan diri sebagai mediator dalam meredakan ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Ketegangan antara dedua negara tersebut terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir, dilansir dari France24, Rabu, 4 Februari 2026.
Upaya ini akan disampaikan saat kunjungan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi ke Ankara. Kunjungan tersebut berlangsung di tengah ancaman militer Presiden AS Donald Trump terhadap Teheran.
Pemerintah Amerika Serikat juga telah mengerahkan kelompok kapal induk ke kawasan Timur Tengah. Trump menegaskan militernya siap menyerang Iran jika dianggap perlu.
Menyikapi situasi tersebut, Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan akan menyampaikan kesiapan negaranya untuk memediasi kedua pihak melalui jalur dialog. Ia menegaskan penolakan Ankara terhadap segala bentuk intervensi militer terhadap Iran yang dinilai berisiko besar bagi stabilitas regional dan global.
Fidan sebelumnya menekankan pentingnya melanjutkan kembali perundingan mengenai program nuklir Iran. Menurutnya, langkah tersebut merupakan prioritas utama untuk meredakan ketegangan yang sedang berlangsung.
Turki menyatakan dukungannya terhadap solusi damai atas isu nuklir Iran dan siap memberikan bantuan diplomatik jika dibutuhkan. Iran sendiri telah mengonfirmasi kunjungan Araghchi, menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat hubungan dengan negara-negara tetangga berdasarkan kepentingan bersama.
Para analis menilai Turki memandang potensi konflik militer sebagai ancaman serius yang dapat memicu ketidakstabilan kawasan dan arus migrasi massal. Karena itu, Ankara lebih memprioritaskan diplomasi dan pencegahan perang dibandingkan upaya menyelesaikan seluruh perselisihan antara Washington dan Teheran.
Sikap ini dinilai sejalan dengan kelompok pro-negosiasi di Iran, yang melihat perundingan sebagai langkah yang justru menguntungkan kepemimpinan Iran.Di sisi lain, Turki juga menyiapkan langkah-langkah kontinjensi dengan menilai penguatan keamanan di sepanjang perbatasannya dengan Iran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....