Raih Beasiswa Jepang, Puluhan Pemuda Indonesia Diharapkan Jadi Duta Budaya
- 25 Mar 2026 17:07 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Para penerima beasiswa bisa menjadi duta budaya untuk memperkenalkan berbagai kebudayaan Indonesia kepada masyarakat Jepang.
- 58 pemuda Indonesia mendapatkan beasiswa pemerintah Jepang, Monbukagakusho (MEXT) pada 2026.
- Beasiswa Monbukagakusho (MEXT) didirikan pada 1954 dan lebih dari 100.000 mahasiswa dari sekitar 160 negara telah belajar di Jepang melalui beasiswa ini.
RRI.CO.ID, Jakarta - 58 pemuda Indonesia mendapatkan beasiswa pemerintah Jepang, Monbukagakusho (MEXT) pada 2026. Para penerima beasiswa akan bertolak ke Jepang memulai proses pembelajaran pada periode April dan Oktober.
Puluhan pemuda yang berasal dari berbagai kota di Indonesia ini dinilai, memainkan peran sangat penting dalam memperkuat hubungan antara Jepang dan Indonesia. Kata Direktur Departemen Informasi dan Kebudayaan Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia, Hoshino Daisuke, Rabu, 25 Maret 2026, di Jakarta.
“Seperti yang Anda ketahui, Indonesia dan Jepang memiliki hubungan yang sangat kuat, baik secara ekonomi maupun budaya. Jepang adalah salah satu tujuan populer bagi mahasiswa Indonesia untuk belajar di luar negeri,” ujar Hoshino saat melepas 58 penerima beasiswa MEXT.
Hoshino mengharapkan, para penerima beasiswa bisa menjadi duta budaya untuk memperkenalkan berbagai kebudayaan Indonesia kepada masyarakat Jepang. Termasuk, dapat menjalin hubungan yang langgeng dengan masyarakat Jepang.
“Pada saat yang sama, Jepang memiliki banyak hal untuk dipelajari dari kalian. Indonesia memiliki budaya yang indah dan beragam yang seharusnya lebih dikenal oleh masyarakat Jepang,” ucapnya menambahkan.
“Oleh karena itu, saya ingin setiap dari kalian menjadi duta budaya, mewakili negara kalian dan memperkenalkan budaya Indonesia kepada Jepang.”
Hoshino mengatakan, hubungan bilateral Indonesia dan Jepang yang semakin kuat, salah satunya didasari pada pertukaran antar masyarakat. Pihaknya mengharapkan para penerima beasiswa membawa pengalaman bermanfaat saat kembali ke tanah air, utamanya dalam menjaga hubungan langgeng kedua negara.
Patrick Kurniawan, penerima beasiswa program “Mahasiswa Penelitian” di Universitas Kyoto mengatakan, senang memperoleh beasiswa di perguruan tinggi yang menjadi incarannya. Pemuda asal Padang, Sumatra Barat ini akan berfokus pada studi Asia Tenggara.
“Sebenarnya dari ranking universitas itu fokus nomor satu, karena aku daftarnya di Kyoto University dan Kyoto University among top 50 dan mungkin tahun ini meleset ke 54. Tapi, one of the best universities di Asia, jadi dari sisi aku pengen menjadi lulusan S3 di top university dunia, akhirnya memilah beberapa opsi dan aku memilih untuk ke Jepang,” ujar Patrick.

Adapun, program “Mahasiswa Penelitian” merupakan program menjadi peneliti di universitas pascasarjana Jepang. Kemudian, apabila lulus tes masuk universitas dapat melanjutkan menjadi mahasiswa reguler S2/S3.
Sementara, beasiswa Monbukagakusho (MEXT) didirikan pada 1954 dan lebih dari 100.000 mahasiswa dari sekitar 160 negara telah belajar di Jepang melalui beasiswa ini. Para penerima beasiswa MEXT mendapatkan pembiayaan penuh biaya pendidikan, tunjangan hidup, serta tiket pesawat PP Indonesia-Jepang.
Selain, itu para penerima beasiswa juga mendapatkan fasilitas bebas biaya pengurusan visa pelajar dan tanpa ikatan dinas. Selain, program “Mahasiswa Penelitian”, MEXT juga meliputi program Gakubu (S1), Kosen (D3), dan Senshu (D2).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....