Fakta-Fakta Kecelakaan Air Canada di Landasan Bandara LaGuardia
- 24 Mar 2026 19:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Tabrakan pesawat Air Canada menyebabkan pilot dan kopilot meninggal, 41 penumpang dan 2 petugas pemadam dilarikan ke rumah sakit, serta bagian kokpit pesawat rusak parah.
- Investigasi menyoroti kemungkinan masalah koordinasi, kekurangan staf, serta kelelahan petugas.
- Sebagian besar korban mengalami cedera serius namun tidak mengancam jiwa, termasuk seorang pramugari yang ditemukan selamat di luar pesawat dalam kondisi masih terikat di kursinya.
RRI.CO.ID, New York — Sebuah pesawat Air Canada menabrak truk pemadam kebakaran saat mendarat di Bandara LaGuardia, New York, Minggu, 22 Maret 2026. Pesawat yang terlibat adalah CRJ-900 yang dioperasikan oleh Jazz Aviation sebagai penerbangan Air Canada AC8646 dari Montreal.
Melansir dari Al Jazeera, Reuters, dan CBC, saat kejadian, pesawat membawa 72 penumpang dan empat awak. Berikut merupakan fakta-fakta yang perlu diketahui tentang kecelakaan tersebut, dilansir dari berbagai sumber.
Pilot dan Kopilot meninggal
Tabrakan pesawat Air Canada dengan truk pemadam kebakaran menyebabkan dua orang meninggal, yakni pilot dan kopilot pesawat. Selain itu, sebanyak 41 penumpang dilarikan ke rumah sakit setelah kecelakaan, bersama dua petugas pemadam kebakaran.
Truk pemadam sedang bertugas
Beberapa menit sebelum tabrakan, truk pemadam kebakaran sedang merespons laporan adanya bau dari pesawat lain. Kendaraan tersebut sempat diberi izin melintasi landasan oleh pengatur lalu lintas udara.
Truk berusaha dihentikan
Tabrakan kemudian terjadi sekitar pukul 23.40 waktu setempat pada Minggu, 22 Maret 2026 malam. Rekaman audio menunjukkan pengatur lalu lintas udara berusaha menghentikan truk dalam detik-detik terakhir.
Ia terdengar berteriak agar kendaraan berhenti, namun tabrakan tidak dapat dihindari. Data pelacakan penerbangan menunjukkan pesawat menabrak truk dengan kecepatan sekitar 39 km per jam.
Kekurangan staf dan komunikasi
Otoritas Amerika Serikat dan Kanada langsung membuka penyelidikan atas insiden tersebut. Fokus awal penyelidikan mengarah pada koordinasi pengatur lalu lintas udara.
Komunikasi antara pengendali darat dan menara dinilai sangat krusial dalam kejadian ini. Salah satu pengatur diduga menyalahkan dirinya sendiri setelah insiden, ia mengaku sedang menangani situasi darurat sebelumnya.
Kekurangan staf pengatur lalu lintas udara turut menjadi perhatian, dan kecelakaan terjadi saat shift malam ketika jumlah petugas lebih sedikit. Selain itu, penyelidik akan menilai kemungkinan faktor kelelahan dan pola kerja petugas.
Kokpit pesawat hancur
Akibat benturan, kokpit pesawat hancur dan sebagian besar korban luka mengalami cedera serius namun tidak mengancam jiwa. Seorang pramugari ditemukan hidup di luar pesawat dalam kondisi masih terikat di kursinya, kemudian dibawa ke rumah sakit.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....