Salat Idulfitri Ribuan Warga Iran Tetap Digelar Meski Konflik Membayangi

  • 21 Mar 2026 16:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ribuan umat Muslim di Iran melaksanakan salat Idulfitri di tengah konflik yang masih berlangsung, dengan ibadah digelar di berbagai kota dalam suasana khidmat namun penuh kekhawatiran.
  • Khutbah Idulfitri menekankan persatuan nasional dan doa untuk perdamaian, sementara sebagian jamaah menunjukkan solidaritas terhadap korban perang melalui simbol berkabung.
  • Perayaan berlangsung sederhana dengan pengamanan ketat, aktivitas ekonomi menurun, tetapi masyarakat tetap menjalankan tradisi dan berharap konflik segera berakhir.

RRI.CO.ID, Teheran — Ribuan umat Muslim di Iran melaksanakan salat Idulfitri di tengah konflik yang terus berlangsung di kawasan Timur Tengah. Salat digelar di Teheran dan berbagai kota lainnya, dengan jemaah berkumpul di masjid serta lapangan terbuka sejak pagi hari.

Suasana ibadah berlangsung khidmat meski dibayangi perang yang sedang terjadi di negara tersebut. Warga berusaha merayakan Idulfitri di tengah situasi yang tidak menentu, dilansir dari The Economic Times, Sabtu, 21 Maret 2026.

Bagi banyak orang, momen tersebut menjadi kesempatan untuk berdoa bagi perdamaian dan keselamatan negara. Dalam khutbahnya, khatib menekankan pentingnya persatuan nasional dan meminta masyarakat tetap kuat menghadapi tekanan.

Salat serupa juga berlangsung di banyak kota lain, dengan kerumunan besar terlihat di berbagai lokasi ibadah. Sebagian jamaah mengenakan pakaian berkabung sebagai bentuk solidaritas terhadap korban konflik, sementara lainnya membawa bendera dan simbol persatuan.

Perayaan Idulfitri tahun ini berlangsung lebih sederhana karena kondisi ekonomi dan ketegangan keamanan. Meski demikian, tradisi silaturahmi tetap dilakukan secara terbatas.

Banyak warga berharap konflik segera berakhir, sementara pemerintah menyerukan ketenangan dan persatuan nasional. Aparat keamanan juga disiagakan di berbagai titik, sehingga perayaan berlangsung dengan pengawasan ketat.

Tokoh agama mengajak umat memperbanyak doa, dan bantuan kemanusiaan disebut terus disalurkan kepada korban. Aktivitas ekonomi terlihat lebih sepi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, namun masyarakat tetap menghadiri salat Idulfitri.

Di akhir ibadah, doa bersama dipanjatkan untuk perdamaian. Idulfitri tahun ini pun menjadi simbol harapan dan solidaritas masyarakat Iran di tengah bayang-bayang perang yang masih berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....