G7 Bahas Pelepasan Cadangan Minyak Atasi Krisis Energi
- 10 Mar 2026 16:51 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Washington — Para menteri energi dari negara-negara G7 dijadwalkan menggelar pertemuan virtual pada Selasa, 10 Maret 2026 pagi. Pertemuan itu akan membahas kemungkinan pelepasan cadangan minyak strategis untuk mengatasi gangguan pasokan energi global.
Pertemuan ini digelar setelah para menteri keuangan G7 sebelumnya bertemu pada Senin, 9 Marett 2026. Namun, belum mencapai keputusan mengenai langkah tersebut, dilansir dari CNBC.
Kelompok G7 terdiri dari Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat. Sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut menyebut diskusi berlangsung positif.
Keputusan terkait pelepasan cadangan minyak kemungkinan akan diambil setelah pertemuan para menteri energi. Amerika Serikat mendorong pelepasan cadangan minyak secara bersama dengan kisaran 300 hingga 400 juta barel.
Jumlah tersebut setara sekitar 25 hingga 30 persen dari total cadangan sekitar 1,2 miliar barel yang dimiliki negara-negara tersebut. Para menteri keuangan G7 menyatakan kesiapan untuk mengambil langkah untuk mendukung pasokan energi global, termasuk melalui pelepasan cadangan minyak.
Harga minyak dunia sempat melonjak hingga melampaui 100 dolar AS (Rp1,6 juta) per barel. Lonjakan ini terjadi setelah penutupan Selat Hormuz akibat ancaman dari Iran di tengah konflik regional.
Hingga kini belum ada kepastian kapan jalur pelayaran vital tersebut akan kembali dibuka. Meski demikian, pada Senin harga minyak sempat turun karena muncul harapan bahwa cadangan minyak akan segera dilepas ke pasar.
Penutupan Selat Hormuz dinilai sebagai gangguan pasokan minyak terbesar dalam sejarah, menurut analisis dari Rapidan Energy Group. Sekitar 20 persen konsumsi minyak dunia biasanya melewati jalur perairan sempit tersebut.
Situasi ini memperparah ketegangan di pasar energi global, terutama karena kapasitas cadangan produksi saat ini sangat terbatas. Negara produsen besar seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab juga terdampak akibat terhambatnya akses ke pasar global.
Cadangan Minyak Strategis Amerika Serikat saat ini tercatat sekitar 415 juta barel. Jumlah tersebut menjadi salah satu sumber cadangan penting untuk menghadapi gangguan pasokan energi.
Namun, cadangan tersebut dinilai belum cukup untuk menstabilkan pasar minyak global. Oleh karena itu, negara-negara anggota Badan Energi Internasional diperkirakan akan mendapat tekanan untuk ikut melepaskan cadangan energi mereka.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....