Prof Jimly Asshiddiqie: Indonesia Tak Perlu Keluar dari BoP
- 05 Mar 2026 23:16 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Prof Jimly Asshiddiqie mengatakan Indonesia tidak perlu keluar dari Dewan Perdamaian atau "Board of Peace" (BoP). Jimly mengatakn hal itu sebagai Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) yang hadir dalam buka puasa bersama Presiden Prabowo Subianto.
Jimly menyarankan Indonesia cukup menangguhkan kewajiban sebagai anggota. Indonesia tidak perlu keluar dari Dewan Perdamaian pimpinan Presiden Donald Trump itu.
"Bukan mundur, kita tetap aja di situ. Kita menangguhkan keanggotaan sampai dua hal," kata Jimly kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 5 Maret 2026.
Menurut mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu, dua hal tersebut adalah: Pertama, meredanya perang Iran dengan Amerika Serikat (AS)-Israel. Kedua, ada kepastian dari Israel untuk memberikan pengakuan kepada negara Palestina merdeka.
"Kalau sudah ada kepastian, dua hal itu baru kita aktif lagi. Saran saya begitu," ujarnya.
Menurut Jimly, Indonesia tidak perlu keluar dari BoP, karena Presiden Amerika, Donald Trump sudah suka dengan Indonesia. Hal itu itu terlihat dari pidato Trump usai penandatanganan perjanjian tarif Indonesia-Amerika.
Dalam pandangan Jimly dua hal yang menyebabkan Presiden Donald Trump menyukai Indonesia. Trump senang dengan hasil perjanjian perdagangan AS-Indonesia.
Selain itu masukanya Indonesia di BoP dianggap sebagai sesuatu yang penting bagi Trump karena indonesia adalah negeri dengan penduduk Muslim terbesar di dunia. Masuknya Indonesia dalam BoP memberi bobot tersendiri bagi lembaga itu.
"Kita tetap aja di situ. Lagi pula, Donald Trump kan sudah senang sama kita. Ya Alhamdulillah,," kata Jimly.
Sebelumya, Menteri Luar Negeri, Sugiono, memastiksn Indonesia masih menjadi anggota BoP. Penegasan itu merespons desakan berbagai kalangan di dalam negeri agar Indonesia keluar dari BoP usai Amerika Serikat menyerang Iran.
"Semua pembicaraan BoP "on hold". Semua perhatian "shifted" ke situasi di Iran," ujar Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....