Sejumlah Ulama Minta Indonesia Keluar dari BoP

  • 05 Mar 2026 21:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta-Ketua Dewan Pembina Majelis Rasulullah SAW Pusat , Habib Nabiel Al Musawa akan menyampaikan aspirasi terkait keanggotaan Indonesia di Dewan Perdamaian Gaza atau Boaord of Peace(BoP). Aspirasi itu akan disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam acara buka puasa bersama (Iftar) di Istana Negara.

"Beliau juga ingin mendengar masukan terkait perkembagan terkini, terkait BoP, mungkin masalah Iran dengan Amerika. Mudah-mudahan kalau diberi kesempatan,"kata Habib Nabiel Al Musawa kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis, 5 Maret 2026.

Menurutnya, keberadaan Indonesia di BoP kurang efektif. Ia berharap Presiden Prabowo meninjau ulang Indonesia di BoP bahkan keluar dari organisasi yang diinisasi oleh Presiden Amerika Donald Trump.

"Kalau menurut kami kebeadaan BoP kurang efektif. Jadi mungkin presidne perlu meninjau ulang, kalau bisa mengundurkan diri lebih bagus,"ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Cholil Nafis, menyarankan agar Indonesia keluar dari keanggotaan BoP karena dinilai tidak efektif. Cholil meminta agar Indonesia mendorong pihak yang berkonflik untuk menghargai kedaulatan masing-masing.

Ia juga mendorong Indonesia memainkan peran agar Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dapat mencegah perang Iran dengan Amerika-Israel. Cholis juga meminta peran dari organisasi negara-negara Islam dunia OKI untuk menciptakan perdamaian.

"Ini tidak efektif ya keluar saja, kemudian bagaimana Indonesia bisa berperan agar masing-masing menghargai terhadap kedaulatannya masing-masing. Kemudian kita berharap juga ini bisa menciptakan perdamaian dengan memaksimalkan peran PBB dan OKI,"katanya menegaskan.

Indonesia harus menghentikan perang dengan mendorong peran PBB dan organisasi negara Islam dunia OKI. Rakyat sipil yang akan jadi korban atas perang Iran dan Amerika.

"Jangan sampai perang ini pada rakyat sipil. Karena semua akan rugi kalau ini perang terus berlangsung,"katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....