Madinah Musim Dingin, WNI Tetap Normal Berpuasa
- 04 Mar 2026 21:57 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Puasa Ramadan di Madinah, Arab Saudi, berlangsung di tengah musim dingin dengan suhu sejuk 15–30°C. Sementara itu, musim dingin membuat durasi puasa di kota nabi tersebut lebih singkat (12–14 jam), menyerupai Indonesia.
Pelajar Indonesia yang berada di Kota Madinah, Nadiyah Dzatul Izzah, merasakan dinginnya cuaca di Madinah, terutama pada malam hari ketika akan berangkat ke masjid untuk tarawih. "Tapi bagaimanapun dinginnya cuaca di sini dan anginnya menusuk tulang, tapi tak mengurangi suka cita kita (WNI) menjalankan ibadah Ramadhan," katanya dalam perbincangan dengan RRI Pro 3, Rabu 4 Maret 2026.
Nadiyah yang menjalani tahun pertama puasanya di Arab Suaudi merasakan keberkahan puasa di kota nabi tersebut. "Jadi boleh dibilang untuk sahur dan buka puasa tidak ada istilah akan kekurangan makanan," katanya.
"seperti di Masjid Nabawi, kalau pas buka puasa sudah terhampar kantong-kantong berwarna hijau berisi kurma, dan lainnya untuk berbuka. Tidak ada yang tidak kebagian," ucapnya.
Sementara itu, kata Nadiyah, makan besar setelah tarawih biasanya ada yang disiapkan asrama atau dari para donatur masyarakat Madinah. Menunya, ujar dia, biasanya nasi briyani dengan lauk ayam panggang.
Selain itu, kata dia, selama Ramadhan ini ada juga pergeseran kebiasaan masyarakat Madinah. "Di luar Ramadhan masyarakat disini lebih suka naik mobi pribadi, tapi selama Ramadhan mereka naik bus-bus karena biasanya macet di jalan-jalan yang menuju Masjid Nabawi," ucapnya.
Nadiyah juga mengungkapkan rasa kangennya terhadap suasana puasa di tanah air. "Aku kangen sama war takjil, karena disini gak ada meskipun ada juga WNI," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....