Seberapa Penting Selat Hormuz untuk Dunia? Intip Jawabannya

  • 04 Mar 2026 13:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Banyak negara di dunia ketar-ketir pasokan minyak untuk negaranya terganggu, jika Selat Hormuz benar-benar ditutup oleh Iran. Ancaman Iran terkait penutupan Selat Hormuz itu, pascaserangan Amerika Serikat dan Israel ke beberapa kota besar di negaranya.

Seberapa penting Selat Hormuz untuk dunia? Simak fakta-faktanya dalam artikel ini. Perlu diketahui, Selat Hormuz merupakan selat penyambungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab.

Melansir laman Theconversation.com, Selat Hormuz setiap harinya didominasi oleh kapal tanker pengangkut minyak dan kapal pengangkut gas alam cair. Sehingga gangguan secara langsung berdampak pada pasokan energi global.

Selain itu, sepertiga perdagangan pupuk dunia melewati Selat Hormuz tersebut. Tujuan utama pengiriman minyak dan gas melalui Selat Hormuz adalah Tiongkok, India, Jepang, dan Korea Selatan.

India misalnya, mengimpor sekitar setengah dari minyak mentahnya melalui selat tersebut. Pascaserangan militer AS-Israel ke Iran, kini banyak negara melakukan berbagai cara untuk mengamankan cadangan minyak dan gasnya.

Analis minyak mentah senior di perusahaan data Kpler, Muyu Xu mengatakan, telah terjadi penurunan tajam dalam lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz. Bukan tanpa alasan, penurunan ini akibat kekhawatiran akan risiko keamanan maritim.

"Pada saat yang sama, jumlah kapal yang menganggur di kedua sisi di Teluk Oman dan Teluk Persia telah melonjak. Karena pemilik kapal semakin khawatir tentang risiko keamanan maritim setelah peringatan Teheran tentang potensi penutupan navigasi," katanya melansir laman Al Jazeera, Minggu, 1 Maret 2026.

Ia menjelaskan, Selat Hormuz sangat penting bagi pasar energi global. Karena, sekitar 30 persen minyak mentah dunia yang diangkut melalui laut melewati jalur air ini.

"Selain itu, hampir 20 persen bahan bakar jet global dan sekitar 16 persen bensin melewati selat ini. Dan nafta juga melewati Selat ini," ucapnya.

Muyu menambahkan berbagai infrastruktur energi kini terancam. Menurutnya, kondisi ini dapat meningkatkan harga minyak dan mempertahankan harga tetap tinggi dalam waktu yang lama.

"Hal ini diperkirakan akan secara tajam meningkatkan reli harga minyak. Dan dapat mempertahankan harga tetap tinggi untuk jangka waktu yang lama," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....