Tiongkok Siap Jadi Mediator Konflik Pakistan-Afghanistan
- 28 Feb 2026 10:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Beijing - Pemerintah Tiongkok menyampaikan kesiapannya untuk memediasi konflik antara Pakistan dan Afghanistan. Hal ini menyusul meningkatnya aksi saling serang di sejumlah titik perbatasan kedua negara dalam dua hari terakhir.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning, mengatakan Beijing mengikuti dengan saksama perkembangan situasi yang memanas tersebut. Pemerintah Tiongkok pun siap menjadi mediator atas konflik yang terjadi.
Mao Ning menilai intensitas bentrokan kali ini telah melampaui tingkat sebelumnya. Sehingga, berpotensi menimbulkan kerugian lebih besar bagi kedua pihak.
“Tiongkok mendukung pemberantasan semua bentuk terorisme dan menyerukan kedua belah pihak untuk tetap tenang, menahan diri. Serta menyelesaikan perbedaan melalui dialog dan negosiasi,” ujarnya dalam konferensi pers di Beijing, Jumat 27 Februari 2026.
Ia menegaskan bahwa Pakistan dan Afghanistan akan selalu menjadi tetangga, termasuk bagi Tiongkok. Beijing pun disebut akan berupaya menjadi mediator dan siap terus memainkan peran konstruktif dalam meredakan ketegangan.
Kementerian dan kedutaan besar Tiongkok di kedua negara juga tengah menjalin komunikasi intensif dengan pihak terkait. Namun, Mao Ning mengatakan belum ada keputusan mengenai kemungkinan evakuasi warga negara Tiongkok dari Pakistan dan Afghanistan.
“Kami akan memberikan bantuan. Terutama yang diperlukan kepada warga negara Tiongkok yang membutuhkan bantuan di dua negara tersebut,” katanya.
Diketahui, ketegangan meningkat setelah Pakistan melancarkan serangkaian serangan udara terhadap berbagai fasilitas Taliban. Termasuk gudang amunisi di Provinsi Khost dan Nangarhar, Afghanistan, pada Jumat (27/2) pagi waktu setempat.
Serangan itu merupakan bagian dari Operasi Ghazab Lil Haq (Amukan Keadilan). Serangan ini diklaim sebagai respons atas serangan Taliban Afghanistan terhadap pos-pos Pakistan di perbatasan pada Kamis (26/2) malam.
Serangan Afghanistan pada Kamis tersebut menyasar pasukan Pakistan di sepanjang Garis Durand—perbatasan kedua negara yang tidak diakui Kabul. Kementerian Pertahanan Afghanistan mengklaim pasukannya menewaskan 55 tentara Pakistan dan menyita puluhan peralatan militer.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....