Tiongkok Minta Pakistan-Afghanistan Tahan Diri usai Saling Serang
- 28 Feb 2026 07:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Beijing - Pemerintah Tiongkok meminta Pakistan dan Afghanistan menahan diri. Hal ini menyusul meningkatnya aksi saling serang di sejumlah titik perbatasan kedua negara dalam dua hari terakhir.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning, mengatakan Beijing mengikuti dengan saksama perkembangan situasi yang memanas tersebut. Pemerintah Tiongkok juga menyampaikan keprihatinan atas konflik yang terjadi.
“Sebagai tetangga dan sahabat mereka, Tiongkok mengikuti perkembangan situasi di Pakistan dan Afghanistan dengan saksama. Tiongkok sangat prihatin atas peningkatan konflik Pakistan-Afghanistan dan sedih atas korban jiwa,” kata Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, Jumat 27 Februari 2026.
Diketahui, ketegangan meningkat setelah Pakistan melancarkan serangkaian serangan udara terhadap berbagai fasilitas Taliban. Termasuk gudang amunisi di Provinsi Khost dan Nangarhar, Afghanistan, pada Jumat (27/2) pagi waktu setempat.
Serangan itu merupakan bagian dari Operasi Ghazab Lil Haq (Amukan Keadilan). Serangan ini diklaim sebagai respons atas serangan Taliban Afghanistan terhadap pos-pos Pakistan di perbatasan pada Kamis (26/2) malam.
Serangan Afghanistan pada Kamis tersebut menyasar pasukan Pakistan di sepanjang Garis Durand perbatasan kedua negara yang tidak diakui Kabul. Kementerian Pertahanan Afghanistan mengklaim pasukannya menewaskan 55 tentara Pakistan dan menyita puluhan peralatan militer.
Delapan personel keamanan Afghanistan dilaporkan tewas dan 11 lainnya luka-luka.
Di sisi lain, juru bicara Perdana Menteri Pakistan, Mosharraf Zaidi, menyebut 72 militan Afghanistan tewas dalam serangan itu.
Dilaporkan, lebih dari 120 orang terluka, 16 pos hancur. Serta tujuh pos Afghanistan direbut dalam serangan balasan.
Menteri Informasi dan Penyiaran Pakistan Attaullah Tarar sebelumnya juga menyatakan sedikitnya dua tentara Pakistan tewas dan tiga lainnya terluka akibat serangan Taliban Afghanistan. Ia menegaskan Pakistan akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk menjaga integritas teritorialnya dan melindungi warganya.
Fasilitas Kesehatan Terdampak
Laporan juga menyebut pasukan Pakistan menembaki sebuah rumah sakit berkapasitas 20 tempat tidur di wilayah perbatasan Torkham, Provinsi Nangarhar, Afghanistan timur, Jumat. Seorang petugas medis dilaporkan terluka dan telah dipindahkan ke fasilitas kesehatan lain untuk mendapatkan perawatan.
Setelah serangan tersebut, Afghanistan disebut kembali melancarkan operasi militer baru. Serangan ink dilakukan dari Provinsi Helmand dan Kandahar di selatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....