Jenderal AS Peringatkan Risiko Serangan Militer Iran

  • 24 Feb 2026 15:16 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Washington — Jenderal AS Dan Caine memperingatkan risiko besar jika Amerika Serikat melancarkan serangan militer terhadap Iran. Ia menekankan bahwa kekurangan amunisi dan dukungan dari sekutu dapat meningkatkan bahaya bagi pasukan AS.

Peringatan ini disampaikan dalam pertemuan Caine dengan Presiden AS Donald Trump dan para penasihat puncaknya di Gedung Putih pekan lalu. Ia menjelaskan bahwa operasi besar terhadap Iran akan menghadapi tantangan serius, dilansir dari Xinhua, Selasa, 24 Februari 2026.

Hal tersebut disebabkan stok amunisi AS yang menurun akibat dukungan terhadap Israel dan Ukraina. Awal bulan ini, Caine juga menyampaikan kekhawatiran dalam pertemuan di Pentagon mengenai skala dan kompleksitas kampanye militer terhadap Iran. Ia menyoroti kemungkinan korban dari pihak AS jika konflik terjadi.

Caine juga disebut memperingatkan Trump bahwa kampanye militer bisa memicu konflik berkepanjangan. Kantor Caine menyatakan bahwa sebagai penasihat militer tertinggi presiden, ia memberikan berbagai opsi militer.

Ia juga menyampaikan pertimbangan dampak dan risiko dari setiap opsi kepada para pemimpin sipil yang membuat keputusan keamanan nasional. Putaran baru pembicaraan AS-Iran dijadwalkan berlangsung pada hari Kamis, 26 Februari 2026 di Jenewa.

Pembicaraan ini akan fokus pada program nuklir Iran, termasuk tingkat pengayaan uranium, serta pencabutan sanksi. Banyak analis menilai putaran ini merupakan kesempatan diplomatik terakhir sebelum kemungkinan operasi militer besar-besaran AS-Israel terhadap Iran.

Pemerintahan Trump telah menempatkan pasukan militer besar di Timur Tengah. Trump sebelumnya menyatakan sedang mempertimbangkan serangan militer terbatas terhadap Iran.

Caine menekankan pentingnya memastikan ketersediaan amunisi dan dukungan sekutu untuk mengurangi risiko terhadap pasukan AS. Ia juga memperingatkan bahwa kemungkinan korban AS bisa meningkat jika operasi dilakukan tanpa persiapan matang.

Peringatan dan pertemuan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran. Sementara itu, diplomasi menjadi titik fokus menjelang putaran pembicaraan mendatang di Jenewa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....