Kekerasan Meluas di Meksiko usai Kepergian El Mencho
- 24 Feb 2026 13:58 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Mexico City — Gelombang kekerasan melanda berbagai wilayah di Meksiko setelah anggota Jalisco New Generation Cartel (CJNG) melancarkan serangkaian serangan balasan. Serangan itu terjadi menyusul kepergian pemimpin mereka, Nemesio Oseguera Cervantes alias “El Mencho”.
Melansir dari BBC News, Selasa, 24 Februari 2026, aksi kekerasan dilaporkan terjadi di sekitar 20 negara bagian. Kelompok bersenjata membakar sejumlah bisnis dan memasang blokade jalan menggunakan kendaraan yang dibakar.
Mereka juga menebar paku serta benda tajam di jalan untuk menghambat pergerakan aparat keamanan. El Mencho, salah satu buronan paling dicari di Meksiko, meninggal dalam tahanan setelah ditangkap pasukan khusus dalam sebuah operasi militer.
El Mencho dilaporkan mengalami luka serius akibat baku tembak antara pengawalnya dan komando militer. Ia akhirnya wafat saat dalam perjalanan menuju ibu kota, Mexico City.
Dalam operasi tersebut, sedikitnya enam pengawal tewas dan tiga personel militer mengalami luka. Setelah kabar kematiannya menyebar, anggota kartel melancarkan serangan di berbagai kota tempat CJNG memiliki pengaruh kuat.
Puluhan bank dan usaha lokal dibakar, asap tebal terlihat membumbung di sejumlah wilayah, termasuk kawasan resor wisata Puerto Vallarta. Kepanikan sempat terjadi di bandara ketika para penumpang berlarian dan berlindung setelah mendengar laporan suara tembakan di sekitar jalan raya.
Otoritas setempat meminta warga untuk tetap berada di rumah karena sejumlah jalan ditutup dan kota-kota menjadi sepi. Di Puerto Vallarta, wisatawan diminta berlindung di tempat setelah penerbangan dibatalkan dan sekitar 300 penumpang tertahan di bandara.
Mereka kemudian dievakuasi ke pusat kota dengan pengawalan ketat aparat keamanan. Pemerintah asing, termasuk Amerika Serikat dan Inggris, mengeluarkan peringatan kepada warganya untuk berhati-hati dan mengikuti arahan otoritas setempat.
Gubernur negara bagian Jalisco menetapkan status darurat dengan menghentikan transportasi publik serta membatalkan kegiatan massal dan pembelajaran tatap muka. Laporan media lokal menyebutkan lebih dari 250 insiden blokade jalan terjadi di berbagai wilayah terdampak.
Meski demikian, aparat mengatakan sebagian besar sudah berhasil dibuka. Presiden Claudia Sheinbaum mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan terus mengikuti informasi resmi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....