Krisis Anggaran, Program pangan Dunia untuk Somalia Berpeluang Dihentikan
- 22 Feb 2026 20:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, New York - Program Pangan Dunia (WFP) menyatakan bantuan pangan dan nutrisi darurat yang menyelamatkan jiwa di Somalia berada dalam risiko yang sangat besar. WFP mengatakan sangat membutuhkan USD95 juta untuk terus mendukung orang-orang yang paling rawan pangan di Somalia antara Maret dan Agustus 2026.
“Tanpa pendanaan segera, Program Pangan Dunia mengatakan bahwa mereka akan terpaksa menghentikan bantuan kemanusiaan pada bulan April. Peringatan ini menyusul deklarasi darurat kekeringan nasional, yang dipicu kekurangan air yang parah, kerugian tanaman dan ternak, dan pengungsian skala besar,” kata Juru Bicara PBB Stéphane Dujarric dalam press briefing, Jumat, 20 Februari 2026 di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat.
Dujarric menambahkan, pada tahun 2022, kekeringan terpanjang dalam sejarah yang tercatat membawa Somalia ke ambang kelaparan. Sehingga, menurutnya, sebagai tanggapan, dengan dukungan penting dari para donor, mitra, dan pemerintah, WFP meluncurkan peningkatan bantuan.
“Bantuan itu yang menyelamatkan jiwa secara besar-besaran, menjangkau jumlah orang yang paling rentan dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya. Membantu mencegah kelaparan,” ujarnya.
Menurut Dujarric, namun hari ini WFP mengatakan bahwa mereka menghadapi kekurangan dana yang parah. Sehingga, memaksa mereka untuk mengurangi jumlah orang yang menerima bantuan pangan darurat di Somalia dari 2,2 juta pada awal 2025 menjadi hanya lebih dari 600.000.
WFP mencatat bahwa seperempat populasi di Somalia, atau setara dengan 4,4 juta orang, menghadapi krisis kerawanan pangan atau lebih buruk. Termasuk, hampir satu juta perempuan, laki-laki, dan anak-anak yang mengalami kelaparan parah.
“Situasinya memburuk dengan kecepatan yang mengkhawatirkan. Keluarga telah kehilangan segalanya, dan banyak yang sudah terdesak ke ambang batas. Tanpa dukungan pangan darurat segera, kondisi akan memburuk dengan cepat,” kata Direktur Kesiapsiagaan dan Tanggap Darurat WFP, Ross Smith.
“Kita berada di ambang momen yang menentukan, tanpa tindakan mendesak, kita mungkin tidak dapat menjangkau yang paling rentan tepat waktu. Sebagian besar dari mereka adalah perempuan dan anak-anak.”
WFP adalah badan kemanusiaan terbesar di Somalia, bekerja sama dengan para mitra untuk mendukung sebagian besar respons ketahanan pangan negara tersebut. Pada 2022, kekeringan terpanjang dalam sejarah membawa Somalia ke ambang kelaparan.
Sebagai tanggapan, dengan dukungan penting dari para donor, mitra, dan pemerintah, WFP meluncurkan peningkatan bantuan penyelamatan jiwa yang kuat. WFP memiliki tim di lapangan dan kapasitas untuk kembali mengatasi kelaparan ekstrem.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....