Menlu RI Tegaskan Pasukan Indonesia di Gaza Bukan untuk Operasi Militer
- 21 Feb 2026 20:53 WIB
- Pusat Pemberitaan
uRRI.CO.ID, Washington, DC - Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan, keterlibatan tentara Indonesia dalam International Stabilization Force (ISF) bukan untuk operasi militer atau demiliterisasi. Militer Indonesia bertugas menjaga keamanan di Gaza, Palestina, agar tetap kondusif.
"Kita memiliki kesempatan unyuk menyampaikan national caveat kita, kita tidak melakukan operasi militer, tidak melakukan pelucutan senjata. Kontribusi pasukan Indonesia tidak melakukan kegiatan demiliterisasi atau operasi militer,"kata Menteri Sugiono, Jumat, 20 Februari 2026 waktu setempat atau Sabtu, 21 Februari waktu Jakarta.
Pasukan Indonesia akan terlibat dalam aksi kemanusiaan di Palestina, kemudian akan menjaga keamanan masyarakat sipil baik dari Palestina atau Israel. Posisi Indonesia di ISF adalah sebagai wakil komandan (deputy commander) karena rekam jejak Indonesia dan reputasi tentara Indonesia dalam aksi penjaga perdamaian dunia.
Sugiono menegaskan penunjukan Indonesia sebagai Wakil Komandan ISF tidak terkait apakah memiliki hubungan diplomatik atau sebaliknya dengan Israel. Tetapi mandat ISF mengizinkan anggotanya untuk mengirimkan pasukan ke Gaza yang tergabung dalam ISF.
"Ini bukan kaitan ada hubungan atau tidak, ini adalah pasukan yang ditugaskan mendapatkan mandat menjaga perdamaian. Yang tugasnya menjaga situasi,"tegasnya.
Rencananya Indonesia akan mengirim 8.000 prajurit TNI untuk bergabung di ISF. Pengiriman akan dilakukan secara bertahap dan mereka akan di tempatkan di lima sektor.
Menlu Sugiono mengatakan teknis untuk penempatan pasukan masih dibahas. Namun pengiriman pasukan akan dilakukan secepatnya.
"Tahapan disana dibagi beberapa sektor, ada lima sektor namun untuk detail belum ya. Diperkirakan akan ada 20 ribu pasukan atau lebih diseluruh sektor,"ujarnya.
ISF merupakan operasi militer gabungan lintas negara yang bertujuan menstabilkan lingkungan sipil di Gaza. Indonesia bergabung dalam ISF bersama Maroko, Albania, Kosovo, Kazakhstan, Mesir, dan Yordania.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....